Ciri-ciri Pelaku Pembegalan Driver Ojek Online di PKOR Way Halim Lampung
Ciri-ciri Pelaku Pembegalan Driver Ojek Online di PKOR Way Halim Lampung
Ayes Rohayat mengungkapkan, kasus pencurian begal dalam beberapa bulan ini sudah menimpa dua anggota Gaspoll.
"Atas kejadian ini, harapannya kami mendapat perlindungan dalam kategori keselamatan kerja di jalan," bebernya.
Ayes menambahkan, agar rekan Ojol untuk berhati-hati menerima orderan dari Gosend, lantaran ditakutkan ada barang yang dilarang.
"Untuk upaya hukum kami ikuti prosedur, dan berharap aksi pencurian yang menimpa herman segera ditindaklanjuti," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan aksi pembegalan ini.
"Sudah kami terima saat ini masih dalam proses pengejaran," ujarnya.
Menyamar Jadi Driver Ojol
Beberapa waktu sebelumnya, Bandar Lampung juga dibuat heboh oleh aksi seorang pria, yang menyamar jadi driver ojek online, seorang pria mencuri di Alfamart.
Diketahui, driver ojol gadungan itu bernama Darwis Harun.
Pria berusia 53 tahun, warga Jalan Indrabangsawan Gang Haji Ibrahim, Rajabasa, Bandar Lampung tersebut, pun hampir dimassa warga.
Peristiwa tersebut terjadi di Alfamart Jalan Prof Dr Ir Sumantri Brojonegoro Kedaton, Selasa 21 Mei 2019 sekitar pukul 10.30 WIB.
Ia sengaja mendatangi minimarket tersebut untuk mencuri dengan menyamar jadi driver ojek online.
Saksi mata, Abri mengatakan, pelaku memang beberapa hari sebelumnya, pelaku sudah ketahuan mengutil barang di toko.
"Jadi, kami sudah kehilangan empat barang tiga hari lalu, kami pantau CCTV," ungkap Abri.
"Dan kebetulan, hari ini (Selasa, 21/5/2019), orang itu (ojol gadungan) datang lagi," ungkap Abri.
Abri yang bekerja sebagai pegawai Alfamart, mengaku ia tidak langsung menangkap driver ojol gadungan itu.
Ketika pelaku kembali datang, ia memantau pelaku melalui CCTV terlebih dahulu.
"Ternyata emang orang yang kami incar, dan saya tahu dia orang maling kemarin," ucapnya.
"Saat datang itulah, kami langsung pantau melalui CCTV," imbuhnya.
Rupanya benar, prasangka Abri terbukti setelah pelaku memasukkan barang ke dalam tasnya.
"Tapi sebelum masukin barang, pelaku modusnya nanya barang yang tidak ada," timpalnya.
Sudah tahu pelaku membawa barang curian, Abri mengatakan salah satu temannya berjaga di depan pintu.
"Langsung kami adang dan di tasnya ada barang, dan barangnya itu benar produk Alfamart," sebutnya.
Kata Abri, pelaku sempat mengelak dan berkilah bahwa barang tersebut dibelinya dari toko.
Alhasil sempat terjadi aksi tarik menarik.
Hal tersebut ternyata mengundang perhatian warga sekitar.
Sehingga, massa pun berkumpul.
"Tapi berhasil ditangkap bahkan di motornya ada barang-barang juga produk Alfamart," tuturnya.
Ojah, Kepala Toko Alfamart mengatakan ia yang mengadang pelaku di depan pintu.
"Iya saya pegangin dia (pelaku) berontak mau pukul, saya langsung lari teriak minta tolong," ucapnya.
Setelah berteriak, Ojah mengaku warga sekitar berkumpul untuk membantu.
"Tadi aja, pelaku sempat gigit warga yang nangkap," tandasnya.
Ojah menambahkan akibat aksi pelaku, pihaknya merugi hingga Rp 1,5 juta.
"Jadi pelaku ini nggak sekali ke sini, udah beberapa kali ngambil, ya sekarang dikit, kalau kemarin banyak," tandasnya.
Ojol Gadungan
Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib, mengatakan pihaknya saat ini sudah mengamankan pelaku.
"Benar, sudah kami amankan saat ini masih diperiksa," ujarnya.
Mutholib pun menegaskan bahwa pelaku bukan driver ojek online.
"Bukan driver ojol, memang nyamar, jadi jaket Ojol itu kamuflase, memang niat nyuri," tandasnya.
(tribunlampung.co.id.hanif mustafa)