PT KAI Divre IV Tanjungkarang
PT KAI Divre IV Tanjungkarang Prediksi Jumlah Penumpang Meningkat di Mudik Lebaran 2019
Volume penumpang selama 22 hari masa mudik Angkutan Lebaran 2019 diprediksi meningkat
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Volume penumpang selama 22 hari masa mudik Lebaran 2019 yakni mulai tanggal 26 Mei 2019 (H-10) s.d 16 Juni 2019 (H+10) diprediksi sebesar 86.388 penumpang.
Hal tersebut diungkapkan Kadivre IV PT KAI Tanjungkarang Sulthon Hasanudin pada kegiatan gelaran pasukan dalam rangka kesiapan angkutan mudik lebaran 2019 di Stasiun Tanjungkarang, Minggu (26/5/2019).
"Ya jumlah tersebut meningkat sebesar 10 % atau 7.775 penumpang dibanding masa angkutan lebaran 2018 sebanyak 76.613 penumpang," terangnya.
Sementara puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada hari Jumat, tanggal 31 Mei 2019 (H-5) sedangkan puncak arus balik diperkirakan hari Minggu, tanggal 9 Juni 2019 (H+3).
"Nah itu jadi puncak-puncaknya orang naik kereta api. Jadi sampai hari ini untuk tiket eksekutif sudah terjual sebanyak 90% lebih, ekonomi Sriwijaya 60% dan ekonomi Rajabasa hampir habis," tuturnya.
Oleh karenanya, PT KAI Divre IV Tanjung Karang telah melakukan berbagai persiapan diantaranya persiapan SDM, Sarana, Prasarana, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan lebaran 2019 seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dari kesiapan SDM, selama masa angkutan lebaran tersebut, seluruh pegawai KAI Divre IV berjumlah 1.300 orang dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.
• PT KAI: Berat Barang Bawaan Pemudik Maksimal 20 Kilogram
"Dari aspek sarana, selama masa angkutan lebaran tahun ini disiagakan 4 unit lokomotif dan 40 unit kereta untuk 10 perjalanan KA reguler dengan kapasitas angkut sebanyak 4.274 penumpang/hari," jelasnya.
Dari aspek prasarana di Divre IV terdapat beberapa titik daerah rawan bencana alam, diantaranya 4 (empat) daerah rawan longsor, 1 (satu) daerah rawan banjir, 8 (delapan) daerah rawan ambles.
"Untuk mengatasi kalau terjadi bencana alam tersebut maka telah disiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dsb, di titik-titik yang telah ditentukan," paparnya.
Sedangkan untuk mengamankan jalur KA telah disiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) sebanyak 98 personil ditambah PPJ Ekstra sebanyak 44 personel.
Untuk mengantisipasi keselamatan di perlintasan sebidang resmi, Divre IV menyiapkan Penjaga Jalan Lintas (PJL) sebanyak 28 personil ditambah 54 petugas PJL ekstra.
"Meskipun jumlah PJL ditingkatkan dan masih banyaknya perlintasan sebidang liar (119 titik), PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang," katanya.
Ia menambahkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.
Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang.