Tribun Bandar Lampung
Duet Maling Gotong Motor dari Kos
Masyarakat Bandar Lampung harus benar-benar meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang masa mudik Lebaran.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Yoso Muliawan
"Nggak mungkin saya lihat dia, jadi saya main HP. Saya taruh HP di atas tangki. Tiba-tiba jaket saya ditarik, terus dikalungi pisau," ungkap Dedi. "Saya nggak bisa mikir apa-apa. Saya langsung kepikir anak istri. Saya bilang, 'Bang, saya punya anak istri.' Dia malah jawab, ah nggak pikirin," sambung warga Rusunawa Ketawang Blok B, Kecamatan Panjang, ini.
Selanjutnya, pelaku mengambil ponsel dan dompetnya, lalu mendorongnya ke semak semak.
"Saya didorong, motor saya diambil. Saya cuma duduk, termenung. Orang berhenti di depan saya, saya diam," ucap Dedi. "Saya mikir anak istri di rumah. Harta bisa dicari. Yang penting saya pulang. Nggak jadi mayat di sana."
Kejahatan berikutnya terjadi pada 28 Mei, dini hari. Ganjar Styanugraha (30), warga Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, kehilangan mobil merek Mitsubishi T120SS Pick Up BE 9544 CE. Kawanan maling menggondol mobil yang biasa terparkir di halaman rumah korban.
Ganjar mengungkapkan kawanan maling itu beraksi sekitar pukul 04.30 WIB.
"Saya bangun tidur. Dengar suara, saya kira bapak saya ke kamar mandi. Kemudian saya dengar ada suara lagi. Saya buka jendela, tahu tahu ada orang starter (menghidupkan) mobil saya," bebernya.
Ganjar lalu keluar dan mendapati kawanan maling membawa kabur mobilnya. Ganjar sempat berusaha mengejar.
"Tapi mobilnya ngebut sampai akhirnya hilang (tak terlihat lagi) di jalur dua Korpri," katanya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/curanmor-di-tempat-kos.jpg)