Tribun Bandar Lampung

Duet Maling Gotong Motor dari Kos

Masyarakat Bandar Lampung harus benar-benar meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang masa mudik Lebaran.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Yoso Muliawan
Tangkapan Layar CCTV/Istimewa
TEREKAM CCTV - Aksi pelaku pencurian sepeda motor di rumah kos, Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, terekam CCTV, Jumat (31/5/2019). 

Peristiwa pencurian pertama Mei lalu terjadi pada 17 Mei. Pencurian terjadi di sebuah rumah di Gang Damai Akur RT 14 Lingkungan I, Kecamatan Tanjungsenang. Kawanan maling beraksi pada siang bolong saat penghuni rumah sedang bekerja.

Pelaku pembobolan rumah itu kemungkinan berjumlah tiga orang. Berdasarkan keterangan Supono, ayah pemilik rumah, tiga pelaku datang menggunakan dua unit sepeda motor masing-masing merek Yamaha Vixion dan Yamaha Mio.

“Kan rumah anak saya (yang kebobolan) ini di sebelah rumah saya. Adiknya (anak bungsu Supono) sempat lihat ada tiga orang masuk rumah. Tapi dia nggak curiga. Dia kira kakaknya (pemilik rumah) pulang,” tutur Supono.

Selang beberapa lama, barulah sang adik curiga. Ia lalu melihat rumah kakaknya dan mendapati kondisi rumah sudah terbuka.

“Rumah kondisinya sudah terbuka. Terus nggak ada orang. Kemudian dia telepon kakaknya dan lapor (ketua) RT,” ujar Supono.

Di dalam rumah, kawanan pencuri mengacak-acak isi rumah korban. Mereka mengambil beberapa barang berharga.

“Yang hilang itu uang Rp 2 juta. Terus cincin emas 5 gram, laptop, dan buku tabungan,” kata Supono.

Pekan depannya, antara malam hari pada 20 Mei dan dini hari pada 21 Mei, mobil milik petinggi media Momentum raib di depan kantor redaksi media tersebut, Jalan Imam Bonjol Nomor 46, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Saat kejadian, Andi Panjaitan, petinggi media itu, sedang tidur di dalam kantor. Ia menyadari mobilnya yang bermerek Toyota Avanza warna silver BE 1330 CQ hilang ketika bangun dari tidur sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Andi mengaku sama sekali tidak mendengar suara dari mobilnya yang terparkir di depan kantor. Termasuk suara alarm.

"Kunci masih saya pegang. Nggak ada (dengar) suara alarm sama sekali," ujarnya.

Beberapa hari berikutnya, 25 Mei malam hari, seorang pengojek online mengalami perampasan motor saat bekerja. Peristiwa terjadi di kawasan PKOR Way Halim. Tak hanya motor, pelaku merampas pula ponsel dan dompet korban.

Sebelum mengalami perampasan, pengojek online itu teperdaya oleh pelaku yang meminta tolong agar diantar ke arah Islamic Center, Kecamatan Rajabasa. Dedi Suherman, pengojek online itu, disetop pelaku yang memakai kemeja lengan panjang dan topi seusai mengantar penumpang ke sebuah kafe.

Dedi menuturkan, pria itu meminta tolong diantar ke arah Islamic Center karena ingin bertemu orangtuanya yang sedang sakit.

"Saya pengen tolong dia. Saya antar lah ke arah Islamic Center. Di pintu PKOR, depan gerbang (sekitar pukul 21.00 WIB), dia minta turun karena mau kencing," bebernya.

Sembari menunggu pria tersebut, Dedi mengecek ponsel yang ditaruhnya di atas tangki motor.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved