Dheandra Filia Nazhira Kepincut Makanan Khas Jepang Karena Rasanya Otentik

Dheandra Filia Nazhira adalah satu dari banyak mellenial Bumi Ruwa Jurai yang begitu menggandrungi kuliner khas Jepang.

Dheandra Filia Nazhira Kepincut Makanan Khas Jepang Karena Rasanya Otentik
Tribunlampung.co.id/Sulis
Dheandra Filia Nazhira 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Makanan khas Negeri Sakura kini semakin mudah ditemui tanpa harus pergi jauh-jauh ke Jepang.

Di Bandar Lampung banyak sekali resto khas Jepang yang siap memanjakan lidah penggemarnya.

Dheandra Filia Nazhira adalah satu dari banyak mellenial Bumi Ruwa Jurai yang begitu menggandrungi kuliner khas Jepang. Alasannya karena cita rasanya yang otentik dan minim bumbu.

Kecintaannya pada masakan khas Jepang bermula dari bangku sekolah dasar saat orangtuanya mengajaknya mencicipi bento ala Hokben.

Begitu mengunyah sosis juga daging yang lembut dan berasa sekali dagingnya, Dhea langsung jatuh hati.

"Suka dikasih bento sama orangtua, waktu itu adanya di Jakarta kebetulan Papa kerja di sana dulu. Aku kan pas kecil susah makan, tapi kalau makan bento kok doyan banget," beber dara kelahiran 7 Oktober 1998 ini di Sushi Okage Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung. Kamis (12/6/2019).

Begitu merasakan enaknya bento, Dhea semakin penasaran untuk mencoba beragam menu lainnya. Terlebih saat ini di Bandar Lampung bukan hal sulit lagi untuk menemukan resto khas Jepang.

Sebut saja sushi, ramen, udon, suki, shabu, hingga sashimi (olahan daging atau ikan mentah) sering jadi santapan favoritnya.

"Enak aja karena sensasinya beda, rasanya otentik menurut aku. Dagingnya ya kerasa daging bukan bumbunya yang dominan. Egg roll, sashiminya, aku suka banget," ucapnya.

Dirinya paling sering menikmati olahan masakan Jepang di Hokben dan Shabu Kitchen. Selain itu juga suka menjajal menu di resto Jepang yang baru buka. Sembari melihat nyaman tidaknya suasana resto baru tersebut.

Pengalaman uniknya terkait menyantap masakan Jepang adalah saat menggunakan sumpit berbahan kayu ketika makan sushi. "Karena kalau yang bahan kayu kayak lengket gitu sushinya menurut aku jadi susah makenya," bebernya.

Setidaknya dalam seminggu satu atau dua kali Dhea menyambangi resto khas Jepang. Untuk bugjet sekali makan berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribuan.

"Biasanya makan bareng temen kuliah atau temen main sembari jalan-jalan. Aku yang belum pernah nyobain ice cream matcha asli Jepang. Kayaknya harus di Jepangnya langsung," seloroh gadis manis ini. (Tribunlampung.co.id/sulis setia m)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved