Lifestyle
Owner Papajoe Art: Jadi Pelukis Tidak Harus Punya Bakat
Papajoe selaku owner dari Papajoe Art menjelaskan, bahwa untuk menjadi pelukis tidak harus mempunyai bakat yang penting belajar sejak dini.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Papajoe selaku owner dari Papajoe Art menjelaskan, bahwa untuk menjadi pelukis tidak harus mempunyai bakat yang penting belajar sejak dini, diusahakan sejak usia 4 tahun memulai mewarnai gambar.
Lalu belajar tentang bagaimana menciptakan gradasi warna, sehingga dapat menciptakan gambar dengan pewarnaan yang bagus.
“Selanjutnya bila anak ingin belajar melukis syarat utama adalah anak tersebut bisa membuat sket gambar dan bisa menciptakan gradasi warna sehingga pengarahannya sangat mudah untuk perjalanan selanjutnya si anak dalam melukis,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
“Dalam hal mewarnai menggambar ataupun melukis yang terpenting adalah latihan dengan tekun untuk mempelajari sekaligus menciptakan dasar dan teknik menggambar seni melukis hingga nantinya ke tingkat yang lebih baik ataupun ke tingkat yang lebih mahir,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa apapun kegiatan baik itu belajar menggambar ataupun melukis dan bidang lainnya semua membutuhkan ketekunan.
“Saat kita tekun, kita dapat mengenali memahami sekaligus dapat menciptakan karya-karya yang sangat bagus,” jelasnya.
“Saya sendiri banyak belajar dari teman-teman pelukis senior kelompok seni dan para pencipta seni lukis yang ada di Yogyakarta sekitaran tahun 1985,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sampai sekarang pun dirinya masih tetap belajar, karena menurutnya guru yang baik adalah guru yang sangat memahami apa yang akan menjadi bahan pelajaran.
Bukan sekadar sebuah hobi, Papajoe menjadikan melukis sebagai sebuah pekerjaan.
“Melukis adalah profesi Papajoe dari tahun 1993 membuka kursus melukis mewarnai dan menggambar hingga sekarang,” ujarnya.
Menurutnya profesi melukis dapat menyalurkan hobinya menjadi bermanfaat dengan cara membuka sanggar lukis anak ataupun sanggar lukis untuk kalangan umum sehingga ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat buat orang lain.
“Alhamdulillah anak didik dari sanggar Papa Joe art sudah sangat banyak yang berprestasi baik itu di tingkat internasional tingkat juara nasional maupun tingkat juara provinsi Lampung khususnya,” jelasnya.
“Untuk anak didik yang lain mereka sangat berprestasi di setiap event lomba di manapun yang ada di kota Bandar Lampung dan sekitarnya,” tambahnya.
Dikatakan Papajoe, tantangan terbesar menjadi seorang pelukis adalah pasar seni lukis yang sepi peminat.
Lalu sebagai pelukis harus selalu menciptakan karakter seni untuk dirinya sendiri dan itu bisa didapat dari berlatih yang konsisten dan setiap waktu jangan ada kata berhenti ataupun malas untuk melukis.
| Film Agak Laen 2 Curi Perhatian Publik, Yasmin Kais Ismail: Komedinya Unik |
|
|---|
| Tips Mix and Match Anting Hijab untuk Hijab Polos dan Bermotif |
|
|---|
| Tren Anting Hijab di Kalangan Anak Muda Bandar Lampung, Ayunda: Bikin Look Lebih Rapi |
|
|---|
| Owner Ninda Tapis Sebut Minim Minat Anak Muda Menyulam Tapis |
|
|---|
| Baju Wastra Lampung, Nafisa Ulfia Risqi: Anggun dan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Papajoe-bersama-anak-didiknya.jpg)