Lifestyle
Peringatan Hari Batik Nasional, Maria Nauli: Batik Bukan Sekadar Kain
Maria Nauli Br Simbolon memaknai Hari Batik Nasional sebagai momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa batik bukan sekadar kain.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.
Batik merupakan warisan budaya Indonesia berupa teknik, simbol, dan kebudayaan yang melibatkan penggunaan lilin (malam) untuk mewarnai kain dengan cara menuliskan titik-titik pola menggunakan canting pada kain.
Maria Nauli Br Simbolon (13) memaknai Hari Batik Nasional sebagai momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya bangsa yang penuh makna, simbol, dan identitas Indonesia.
“Menurut aku sangat penting untuk memperingati Hari Batik Nasional, karena dengan memperingatinya kita bisa meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa,” ucapnya, Rabu (24/9/2025).
“Selain itu, generasi muda juga diajak untuk ikut melestarikan batik agar tidak punah dan tetap relevan di era modern ini,” tambahnya.
Menurutnya batik merupakan karya seni yang sarat makna. Setiap motif punya cerita, filosofi, dan doa dari para leluhur yang dituangkan dalam bentuk kain.
“Saya sangat suka memakai batik karena batik membuat saya terlihat anggun sekaligus menunjukkan identitas Indonesia,” ujarnya.
“Saya sering menggunakan batik untuk acara formal seperti sekolah, lomba, dan juga acara adat. Kadang juga saya memadukan batik dengan outfit modern untuk acara non-formal,” terusnya.
Maria mengatakan, batik adalah identitas bangsa Indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan agar terus eksis di kalangan masyarakat indonesia.
“Jika kita tidak melestarikannya, maka generasi mendatang bisa kehilangan salah satu jati dirinya,” ucapnya.
“Batik bukan hanya sekadar kain, tapi simbol persatuan, kreativitas, dan kebanggaan bangsa yang harus terus dilestarikan,” tambahnya.
Maria mengaku punya beberapa koleksi batik, mulai dari yang modern sampai yang tradisional.
“Beberapa batik khas Batak juga saya simpan sebagai koleksi karena punya nilai sentimental dari keluarga,” ungkapnya.
Dikatakannya, cara terbaik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda agar tetap dilestarikan dengan menjadikannya berbagai jenis fashion yang kekinian dan modern.
“Menurut saya cara terbaik untuk melestarikan batik dan mengenalkan batik ke generasi muda adalah dengan menghadirkan batik dalam model fashion yang lebih kekinian,” ucapnya.
“Misalnya dibuat menjadi dress, outer, atau casual wear. Selain itu, kita juga bisa mengenalkannya lewat media sosial dengan konten kreatif agar lebih dekat dengan anak muda,” tutup dara manis berambut panjang ini.
(Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)
| Film Agak Laen 2 Curi Perhatian Publik, Yasmin Kais Ismail: Komedinya Unik |
|
|---|
| Tips Mix and Match Anting Hijab untuk Hijab Polos dan Bermotif |
|
|---|
| Tren Anting Hijab di Kalangan Anak Muda Bandar Lampung, Ayunda: Bikin Look Lebih Rapi |
|
|---|
| Owner Ninda Tapis Sebut Minim Minat Anak Muda Menyulam Tapis |
|
|---|
| Baju Wastra Lampung, Nafisa Ulfia Risqi: Anggun dan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Maria-Nauli-Br-Simbolon-soal-batik.jpg)