Tribun Lampung Selatan

Gorong-gorong Jalan Lamsel-Lamtim di Way Sulan Jebol, Pengendara Terpaksa Putar Arah Sejauh 8 Km

Sebuah gorong-gorong pada akses jalan penghubung antara kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur di desa Sukamaju kecamatan Way Sulan, jebol.

Gorong-gorong Jalan Lamsel-Lamtim di Way Sulan Jebol, Pengendara Terpaksa Putar Arah Sejauh 8 Km
Tribunlampung.co.id/Dedi
Gorong-gorong Jalan Lamsel-Lamtim di Way Sulan Jebol 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Sebuah gorong-gorong pada akses jalan penghubung antara kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur di desa Sukamaju kecamatan Way Sulan, jebol.

Akibatnya warga yang melintas menggunakan kendaraan harus memutar melalui jalan alternative sejauh 8 kilometer.

Menurut Fahmi, seorang warga mengatakan untuk kendaraan sepeda motor masih bisa melintas. Tetapi untuk kendaran mobil tidak bisa lagi melintas karena gorong-gorong yang jebol.

Ia mengatakan akses jalan yang menghubungkan dengan kabupaten Lampung Timur cukup ramai dilalui warga setiap harinya. Banyak juga truk pengangkut pasir yang melintas.

“Kalau sekarang untuk mobil sudah sulit melintas. Lebih baik memutar melalui jalur alternatif, meski lebih jauh,” kata dia, kamis (20/6).

Ini Daftar Tuntutan Massa yang Berdemo di Kampus Itera

Warga pun berharap ada perhatian dari pemerintah terkait jebolnya gorong-gorong. Tidak hanya kondisi gorong-gorong yang rusak, kondisi jalan penghubung pun perlu mendapatkan perbaikan.

Sementara itu kepala Desa Sukamaju, Ma’ani mengatakan kerusakan gorong-gorong tersebut sudah cukup lama. Namun lantaran tidak segera diperbaiki, kerusakannya semakin parah.

Pengumuman PPDB SMA di Bandar Lampung Ditunda, Ini Penyebabnya

“Sebelum bulan puasa kemarin memang sudah jebol. Tetapi tidak separah saat ini. Karena belum juga diperbaiki kerusakannya semakin parah. Apalagi kemarin sempat ada kendaraan yang terperosok,” ujarnya.

Ma’ani mengatakan perbaikan jalan sepanjang 2,5 kilometer termasuk gorong-gorong yang rusak tersebut sudah diajukan perbaikannya sejak 4 tahun lalu. Tetapi sampai saat ini usulan tersebut belum juga direspon oleh pemerintah kabupaten Lampung Selatan.

“Kita sudah beberapa kali mengusulkan sejak 4 tahun lalu. Mungkin tidak masuk prioritas dari pemerintah daerah. Jadi belum mendapatkan perbaikan,” kata dia.

Sementara itu plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Thamrin saat coba dihubungi belum memberikan respon tanggapan. Saat dihubungi kontak personnya tidak menjawab meski aktif.(tribunlampung.co.id/dedi sutomo) 

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved