Tribun Bandar Lampung

Gagal di PPDB SMA Negeri, Disdikdikbud Lampung Imbau Masuk SMA Swasta

Perpanjangan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) berakhir pada Rabu (26/6/2019).

Gagal di PPDB SMA Negeri, Disdikdikbud Lampung Imbau Masuk SMA Swasta
Tribunlampung.co.id/Audy Aminda Yusandani
Sejumlah orangtua calon siswa-siswi datang ke SMA Negeri 2 Bandar Lampung pada hari terakhir perpanjangan pendaftaran PPDB, Rabu, 26 Juni 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perpanjangan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) berakhir pada Rabu (26/6/2019).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung memberi waktu kepada para calon siswa-siswi dan orangtua untuk mendaftar ulang mulai Kamis (27/6/2019) sampai Jumat (28/6/2019).

Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar menjelaskan pihaknya melalui sekolah-sekolah akan mengumumkan hasil pendaftaran SMAN.

"Pengumuman sekaligus pendaftaran ulang yang jadwalnya sampai Jumat," katanya, Rabu.

Bagi calon siswa-siswi yang gagal masuk SMAN pada PPDB kali ini, pihaknya mengimbau agar mendaftar di SMA swasta.

"Disdikbud mengimbau para calon siswa-siswi yang tidak masuk di SMA negeri supaya bersekolah di SMA swasta. Sama saja, pendidikan di SMA swasta juga bagus," ujar Sulpakar.

Ia menjelaskan siswi-siswi juga bisa mendapatkan bantuan meskipun bersekolah di SMA swasta.

"(Pembiayaan) melalui BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dengan kuota 30 persen dari total kursi di sekolah swasta," ujarnya.

Sebagai catatan, Bandar Lampung termasuk satu dari enam daerah di Lampung yang memiliki kebijakan membantu biaya siswa-siswi sekolah swasta dari keluarga tidak mampu. Selain Bandar Lampung, ada Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, Mesuji, dan Pesisir Barat.

Terkait PPDB SMAN yang berakhir kemarin, Sulpakar memastikan terpangkasnya kuota calon siswa-siswi dari jalur zonasi. Berdasarkan kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jelas dia, kursi jalur zonasi berkurang 10 persen. Dari sebelumnya 90 persen, sekarang menjadi 80 persen.

Dampak dari pengurangan kuota jalur zonasi adalah bertambahnya kuota PPDB dari jalur prestasi. Dari sebelumnya hanya 5 persen, saat ini naik menjadi 15 persen. Sementara jalur mutasi (orangtua pindah bekerja) tetap 5 persen di setiap sekolah. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved