Orangtua Siswa Kecewa Anak Gagal SMPN, Ini Tanggapan Disdikbud Bandar Lampung

Orangtua Siswa Kecewa Anak Gagal SMPN, Ini Tanggapan Disdikbud Bandar Lampung..

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Bayu
Kadisdik Bandar Lampung Daniel Marsudi 

"Anak mau masuk SMP negeri aja susah. Jadi buat apa didik anak supaya pintar kalau ujung-ujungnya pakai sistem zonasi yang bukan mengutamakan nilai? Sementara anak yang biasa (prestasinya) bisa masuk karena rumahnya dekat dengan sekolah," ujar Danang.

"Tolong Pak Menteri Pendidikan, evaluasi atau hapus aja sistem zonasi. Kembalikan ke sistem nilai seperti dulu," imbuhnya.

Lapang Dada

Dari total 41 SMPN di Bandar Lampung, kuota yang tersedia pada PPDB 2019 sebanyak 9.200 orang dengan jumlah lulusan SD sekitar 18 ribu orang.

Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar mengakui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB berdampak pada adanya calon siswa yang tereliminasi pada pendaftaran jalur zonasi.

"Tidak ada sekolah yang kekurangan (murid). Hanya, karena daya tampung sekolah negeri terbatas, maka sekolah swasta bisa menampung," kata Sulpakar, Jumat.

"Kami berharap masyarakat berlapang dada. Kami hanya melaksanakan aturan. Yang tidak lolos pada sistem zonasi, kami siapkan sekolah swasta," imbuhnya.

3.378 Peserta PPDB SMA Gugur

Disdikbud Lampung telah mengumumkan hasil PPDB jenjang SMAN, Kamis (27/6/2019).

Melansir laman https://lampung.siap-ppdb.com/, SMAN-SMAN di Lampung menyediakan kuota 42.325 orang.

Adapun peserta yang lolos PPDB jalur zonasi sebanyak 34.399 orang, jalur prestasi 1.356 orang, dan jalur mutasi (orangtua pindah bekerja) 289 orang.

Khusus pendaftar SMAN jalur zonasi, jumlahnya mencapai 37.777 orang.

Dengan jumlah peserta yang lolos sebanyak 34.399 orang, maka ada 3.378 pendaftar yang gugur.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Lampung Diona Katharina menyatakan, pihaknya sudah menjalankan PPDB sesuai peraturan.

Pemerintah, jelas dia, menginginkan pemerataan pendidikan melalui aturan zonasi.

"Kalau tidak masuk di sekolah negeri, bisa mendaftar ke sekolah swasta. Sekarang ada banyak sekolah swasta yang berkualitas. Tergantung manajemen pendidikannya saja," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved