MUA Lampung Andhita Irianto Awali Bisnis Salon and Spa Bermodal Nyali dan Pengetahuan Pas-pasan
Andhita Irianto, wanita cantik 27 tahun ini bermodalkan nyali dan pengetahuan pas-pasan saat mengawali bisnis salon and spa.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Tidak memiliki pengalaman yang cukup namun lebih kepada modal keberanian dan tekad yang kuat tak jarang dilakukan banyak orang saat hendak memulai bisnis di bidang apapun.
Tak terkecuali saat hendak mencari peruntungan di bidang jasa pelayanan kecantikan maupun perawatan tubuh.
Andhita Irianto, wanita cantik 27 tahun ini bermodalkan nyali dan pengetahuan pas-pasan saat mengawali bisnis salon and spa memakai namanya juga sang suami Andhita Irianto sejak Agustus 2018 lalu.
Bermodal nekad hanya belajar dari kebiasaan menjadi konsumen di beberapa salon langganannya, Andhita belajar memahami apa saja yang dibutuhkan dalam membangun salon dan spa.
"Awalnya aku sering banget ke salon bahkan tiap minggu langganan di beberapa salon. Terus mikir juga kenapa nggak punya salon sendiri," beber Andhita, Rabu (3/7/2019).
Terlebih kebiasaannya yang rutin ke salon cukup menguras kantong. Tentu sangat menguntungkan jika nyalon di tempat sendiri sembari berbisnis.
Sampai Andhita mencari tahu mengenai harga perlengkapan salon yang ternyata cukup terjangkau.
Akhirnya istri Danda Irianto ini yakin untuk terjun ke bisnis salon and spa.
Sempat kurang mendapatkan dukungan dari suami karena ketiadaan pengalaman di bidang ini. Sebelum akhirnya didukung penuh karena dia bisa meyakinkan suaminya.
"Suami sempet mikir-mikir sebelum setuju. Pad hunting nyari ruko juga belum disetujui jadi ya sambil jalan aja. Terus suami setuju lanjut kontrak ruko, belanja kebutuhan dan mencari karyawan," kata Andhita.
Jasa di salon and spa-nya diantaranya seperti lulur, spa, massage, facial, totok wajah yang buka setiap hari. Andhita memberikan tarif yang terjangkau bahkan untuk kalangan pelajar sekalipun namun dengan kualitas pelayanan yang baik.
Sebelum terfikir bisnis salon dan spa, ibu dua anak ini berkeinginan membuat usaha wedding galeri.
Namun mempertimbangkan masalah baju pengantin yang beragam hingga pernak pernik assesorisnya yang tidak semuanya bisa dipakai jangka panjang, membuat Andhita berfikir ulang.
Harga baju pengantinnya juga tidak murah dan harus dibeli sepasang.
Belum harus diupdate terus mengikuti tren terutama yang busana gaun. Selain itu sufah sangat banyak pelaku bisnis yang menekuni dekor pernikahan.