Tribun Lampung Barat

Buru Satwa Dilindungi, 1 Anggota Komplotan Pemburu Liar di TNBBS Ditangkap

Anggota Polsek Bengkunat, Lampung Barat membekuk anggota komplotan pemburu liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Buru Satwa Dilindungi, 1 Anggota Komplotan Pemburu Liar di TNBBS Ditangkap
Istimewa
Polsek Bengkunat menangkap anggota komplotan pemburu liar di kawasan TNBBS. 

Buru Satwa Dilindungi, 1 Anggota Komplotan Pemburu Liar di TNBBS Ditangkap

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anggota Polsek Bengkunat, Lampung Barat membekuk anggota komplotan pemburu liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Pelaku diketahui berinisial AA (23), warga Pekon Way Tias, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat.

AA dkk diketahui menangkap satwa dilindungi, yakni pelanduk napu (tragulus napu).

AA diamankan polisi di rumahnya, Sabtu (6/7/2019) dini hari.

AA bersama tiga rekannya yang masih buron, yakni D (25), U (27), dan A (24), melakukan perburuan liar di kawasan TNBBS wilayah Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Sungai Way Kejadian, Dusun Siring Batu, Pekon Way Tias, Kecamatan Bangkunat, Pesisir barat.

Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono mengatakan, penangkapan bermula adanya laporan bernomor LP/210/X/2017/Pld Lpg/Res Lbr/Sek Kunat, tgl 4 Oktober 2017.

"Setelah mendapatkan informasi dan laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan," ungkapnya, Minggu (7/7/2019).

Termasuk Hewan Dilindungi, Polres Tanggamus dan Polhut TNBBS Amankan Pembawa 2 Bangkai Pelanduk Napu

12 Gajah Masuk Perkebunan di Lampung Barat, TNBBS: Jangan Ganggu Habitat Gajah

Penyelidikan dilakukan dengan mengecek ponsel para pemburu liar yang tertinggal di lokasi kejadian saat dipergoki oleh petugas TNBBS.

"Dari HP tersebut kami mendapatkan informasi pelaku AA berada di Dusun Siring Batu Pekon Way Tias, Bangkunat," ucapnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Bengkunat langsung menuju lokasi.

"Pelaku kami amankan dan saat ini masih dimintai keterangan," bebernya.

Karyono menambahkan, dari tangan pelaku diamankan dua ekor satwa yang dilindungi, yakni pelanduk napu (tragulus napu) dalam keadaan terpanggang kulitnya, satu senjata locok, satu senapan angin, satu seling jerat, dan satu kulit yang sudah terbakar.

"Pelaku juga DPO sejak tahun 2017 karena perburuannya terhadap binatang napu, yang mana binatang tersebut dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2018," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved