Tribun Tanggamus

Dengan Alasan untuk Jaga Diri, Kailani Simpan Senpi Rakitan di Warungnya

Menurut Kapolsek Semaka Inspektur Satu Heri Yulianto, pria berusia 51 tahun itu ditangkap karena memiliki pistol rakitan beserta 10 peluru aktif.

Dengan Alasan untuk Jaga Diri, Kailani Simpan Senpi Rakitan di Warungnya
Tribunlampung.co.id/Tri
Pistol rakitan dan 10 peluru aktif milik Kailani yang diamankan Polsek Semaka, Jumat, 12 Juli 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMAKA - Anggota Polsek Semaka mengamankan Kailani, warga Pekon Negeri Agung, Kecamatan Bandar Negeri Semong, Tanggamus karena memiliki senjata api rakitan.  

Tersangka diamankan di rumahnya di Pekon Negeri Agung, Jumat, 12 Juli 2019 sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Kapolsek Semaka Inspektur Satu Heri Yulianto, pria berusia 51 tahun itu ditangkap karena memiliki pistol rakitan beserta 10 peluru aktif.

Bahkan, satu selongsong peluru di antaranya pernah diletuskan.

Selama ini pistol rakitan tersebut disimpan di warungnya di daerah Umbul 8 yang tidak jauh dari Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka.

Berdasarkan informasi dari warga, tersangka memiliki senpi rakitan yang disimpan di warung.

Hal itu dikuatkan keterangan dua saksi yang menginap di warung tersebut.

Polisi menemukan senpi rakitan itu di dalam sebuah lemari plastik.

Asyik Konsumsi Sabu, Warga Tulangbawang Tertangkap Miliki Senpi Rakitan

Fakta-fakta Penggerebekan Pabrik Senpi Rakitan di Metro

"Senpi itu isi peluru kaliber 5,56. Di dalamnya ada tiga amunisi aktif dan satu amunisi telah diledakkan," kata Heri.

Kemudian polisi melakukan penggeledahan kembali dan menemukan  tujuh butir amunisi aktif yang disimpan dalam tas.

Berdasarkan keterangan tersangka, senpi tersebut dibeli dari seseorang berinisial A di Jabung, Lampung Timur, seharga Rp 3 juta.

Ia mengkau belum pernah menggunakan senpi itu meski ada satu selongsong peluru sisa pakai.

"Tersangka membeli dari A, warga Lampung Timur, sekitar empat bulan lalu. Katanya untuk jaga diri. Terhadap A masih kami lakukan penyelidikan dan ditetapkan DPO," terang Heri.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved