Bentrok di Mesuji

Disebut Pakai Rompi Antipeluru Saat Datangi Mesuji Pascabentrok, Wagub Nunik Beri Penjelasan

Sejumlah pihak kemudian mempertanyakan rompi yang dikenakan Nunik, apakah itu rompi antipeluru?

Disebut Pakai Rompi Antipeluru Saat Datangi Mesuji Pascabentrok, Wagub Nunik Beri Penjelasan
Tribunlampung.co.id/Endra
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) saat mengunjungi lokasi bentrok dikawasan register 45, Kamis (18/7/2019) siang. Disebut Pakai Rompi Antipeluru Saat Datangi Mesuji Pascabentrok, Wagub Nunik Beri Penjelasan. 

Nunik juga mengajak Pemkab Mesuji dan Pemprov Lampung untuk berkolaborasi memikirkan biaya pengobatan korban bentrok yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

"Jadi ada langkah jangka pendek dan jangka panjang, Pemkab Mesuji berkolaborasi dengan Pemprov dan pihak lain untuk memikirkan bersama-sama menangani biaya korban luka yang saat ini masih di rawat di rumah sakit," katanya.

Kronologi

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan kronologi bentrok di Mesuji yang mengakibatkan empat orang tewas pada Rabu, 17 Juli 2019.

Menurut Zahwani Pandra Arsyad, peristiwa bentrokan berdarah di Mesuji tersebut bermula dari perselisihan saat membajak sawah di Register 45.

Adapun, kronologi bentrok di Mesuji berawal saat kelompok Mekar Jaya Abadi menemukan alat bajak di lahan mereka, tanpa ada perintah dari kelompoknya.

Mereka lalu menyita alat bajak tersebut.

Setelah alat bajak disita, kelompok Pok Mesuji Raya datang.

9 Korban Bentrok Berdarah Register 45 Mesuji Dirawat di RS Bhayangkara, Begini Kondisinya

Perselisihan lalu terjadi.

"Jadi tidak terima, itu permasalahannya," kata Zahwani Pandra Arsyad, Rabu, 17 Juli 2019 malam.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved