Kenali Gejala Dipicu Aliran Darah Tidak Lancar
Ketika ada aliran darah yang tidak lancar bisa memengaruhi kondisi organ-organ tubuh yang dilewatinya.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hampir seluruh tubuh manusia dilewati oleh darah beserta pembuluh darahnya.
Ketika ada aliran darah yang tidak lancar bisa memengaruhi kondisi organ-organ tubuh yang dilewatinya.
Dokter Rumah Sakit DKT Bandar Lampung dr Riyan Wahyudo menjabarkan, aliran darah melewati jantung, pembuluh darah, dan nantinya ke semua organ di dalam tubuh.
Aliran darah ini bekerja selayaknya selang dan pompa air.
Pompa airnya adalah jantung, sementara selangnya adalah pembuluh darah.
Ketika terjadi aliran darah yang tidak lancar, itu penyebabnya bisa karena terjadi gangguan di jantungnya atau penurunan elastisitas di pembuluh darah.
"Bisa juga disebabkan oleh darahnya itu sendiri yang terpicu karena penyakit tertentu seperti pada penderita diabetes militus (DM)," jelas dr Riyan.
• Sering Teriak Picu Bejolan Pita Suara
Gejala paling ringan dialami saat mengalami aliran darah tidak lancar tergantung area atau organ mana yang aliran darahnya tidak lancar.
Misalkan pada bagian kaki aliran darahnya tidak lancar maka penderitanya akan mengalami kesemutan, kram, sampai mati rasa, ataupun rasa nyeri.
Selain itu terlihat pucat dan terasa dingin di bagian ujung kaki. Semisal aliran darahnya terganggu pada bagian otak misalkan ada sumbatan di bagian otaknya, gejala yang ditimbulkan berupa gejala stroke.
"Yang juga paling berbahaya gangguan aliran darah di jantung yang menimbulkan gejala jantung koroner. Itu karena terjadi aliran darah ke jantung tidak lancar sehingga menyebabkan serangan jantung," kata dr Riyan.
Menurutnya, solusi tergantung penyebab penyakitnya.
“Kalau stroke atau jantung koroner ya tentu diberikan obat untuk memperlancar aliran darah tersebut dan menghilangkan sumbatannya".
• Maag Bisa Picu Halitosis Mulut, Cara Mengatasinya Mudah
"Kalau yang ringan seperti kram atau kesemutan tentu aktivitas fisiknya perlu diperbaiki," ujar dr Riyan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kaki-kram_20160709_141758.jpg)