Letda Lek Anugerah Perwira TNI AU Termuda dari Lampung, Bercita-cita Jadi Penerbang Pesawat Sukhoi
Letda Lek M Anugerah Reda Nusantara STr (Han) dilantik sebagai Perwira TNI Angkatan Udara (AU) di Istana Merdeka, Jakarta pada 16 Juli 2019.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Letda Lek M Anugerah Reda Nusantara STr (Han) dilantik sebagai Perwira TNI Angkatan Udara (AU) di Istana Merdeka, Jakarta pada 16 Juli 2019.
Anugerah menjadi perwakilan tunggal dari Lampung yang dilantik menjadi perwira TNI AU dengan usia termuda yakni 21 tahun.
Saat Tribun menyambangi kediaman Nugi, sapaan akrab M Anugerah, di Jalan Arif Rahman Hakim Gang Jaya Nomor 9, Jumat (26/7/2019) sore, kediamannya terlihat ramai didatangi sanak saudara dan tetangga yang ingin mengucapkan selamat padanya.
Orangtua Nugi memang tengah menggelar syukuran atas pelantikannya. Nampak papan ucapan selamat berjejer di ruas jalan dekat rumah. Sanak kerabat juga terlihat berkumpul dan bercengkerama di halaman rumah.
Nugi menceritakan, dirinya dilantik langsung oleh Presiden Jokowi bersama 781 perwira remaja lainnya dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Polri Tahun 2019.
Meskipun tidak ada predikat lulusan termuda, terusnya, namun usianya memang paling muda dibandingkan teman-teman seangkatannya.
Diakui pemuda kelahiran Bandar Lampung, 14 September 1998 itu, untuk mencapai titik ini membutuhkan perjuangan yang tak mudah.
Namun ia membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang perwira TNI AU.
Karena sampai saat ini masih sangat minim perwira TNI AU yang berasal dari Lampung, enam teman lainnya yang juga dilantik terdiri dari 5 perwira remaja TNI AD dan satu perwira remaja TNI AL.
Menurutnya ini menjadi salah satu pembuktian diri bagi semua orang bahwa menjadi seorang perwira AU bukanlah hal yang tak mungkin.
Dia berharap dengan predikat perwakilan orang Lampung, bisa menjadi cerminan bagi masyarakat Lampung. Tentu tidak mudah menanggung beban moral untuk membuktikan bisa memberikan yang terbaik ke depannya.
"Ucapan syukur kepada Allah SWT karena tanpa ridho-Nya tidak mungkin saya dapat mencapai sejauh ini. Juga berkat doa, semangat, dukungan, ilmu dari orangtua, keluarga, guru, tetangga, rekan-rekan, guru, serta pihak lain yang terlibat dalam proses sejauh ini," ungkap anak bungsu dari tiga bersaudara itu.
Dia berharap ini menjadi permulaan yang baik untuk cita-citanya menjadi penerbang TNI AU. "Ingin sekali bisa jadi penerbang pesawat tempur (Sukhoi) yang berasal dari Lampung," beber pemuda yang memiliki tinggi 174 sentimeter itu.
Sabtu (27/7/2019) sore, Nugi telah kembali ke Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta untuk mengikuti KIBI (Kursus Intensif Bahasa Inggris) selama 3 bulan bersama perwira remaja TNI AU lainnya. Setelah itu dilanjutkan sesarcab (sekolah dasar kecabangan) yang lokasinya tergantung kecabangan masing-masing.
Nugi ingin pengalamannya bisa memotivasi anak muda di Lampung untuk bisa menjadi perwira TNI AU juga mewakili Bumi Ruwa Jurai kedepannya.