90 Polisi Spesial Garap Kasus Novel Baswedan, Bakal Olah TKP, Periksa CCTV, dan Analisis Wajah

Polri bentuk Tim Teknis untuk menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi Tim Pencari Fakta kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Editor: Teguh Prasetyo
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Polri membentuk Tim Teknis untuk menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Tim di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Pol Idham Aziz ini bakal bekerja mulai 1 Agustus 2019.

Mereka akan bekerja paling lama 6 bulan untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan.

Tim Teknis merupakan tim lanjutan dari TPF kasus Novel yang telah dihentikan masa tugasnya sejak 7 Juli 2019.

Tim beranggotakan 90 anggota Polri berkemampuan khusus itu merupakan rekomendasi dari Tim Pakar yang terdiri dari ahli di luar Polri kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, fokus pertama tim teknis akan menganalisa Tempat Kejadian Perkara (TKP) kembali.

Dedi mengatakan, TKP selalu menjadi titik tolak dalam sebuah pembuktian peristiwa pidana.

Adapun tim yang akan melakukan analisa meliputi tim Laboratorium Forensik (Labfor), INAFIS, hingga tim IT.

Inilah Sosok Jenderal Bintang 3 yang Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan

"Pengolahan TKP yang baik dengan didukung peralatan-peralatan, pembuktian secara ilmiah, maka tingkat persentase pengungkapan suatu kasus itu bisa sampai 60-70 persen," ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Fokus kedua, ia memaparkan, tim akan kembali mendalami hasil pemeriksaan terhadap saksi yang berjumlah lebih dari 70 orang.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan para saksi akan dikelompokkan atau diklaster berdasarkan waktu serta informasi yang diketahui.

Diharapkan hal ini akan memberikan petunjuk yang semakin mengerucut.

Fokus selanjutnya, puluhan CCTV di TKP, sekitar TKP, serta yang memiliki keterkaitan dengan TKP akan kembali didalami pula.

"Itu akan dianalisa kembali. Tentunya dikaitkan, ada TKP, pemeriksaan saksi-saksi, kemudian CCTV. Setiap petunjuk yang ditemukan akan dirangkai," ujarnya.

Pendalaman sketsa wajah menjadi fokus berikutnya oleh Tim Teknis.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved