90 Polisi Spesial Garap Kasus Novel Baswedan, Bakal Olah TKP, Periksa CCTV, dan Analisis Wajah
Polri bentuk Tim Teknis untuk menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi Tim Pencari Fakta kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Pandangan Kritis
Terpisah, Penasihat Hukum Novel Baswedan, Haris Azhar berharap pengerahan anggota tim dengan jumlah tersebut bukan sekadar pemborosan anggaran semata.
"Saya turut mendoakan semoga mobilisasi yang luar biasa ini benar bukan sekadar pemborosan anggaran tanpa hasil, tetapi membuahkan hasil yang signifikan," ujar Haris.
Menurutnya, sudah banyak pandangan kritis dari masyarakat mengenai penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Maka, tim dinilai Haris akan menjadi bahan tertawaan jika gagal atau hanya menangkap para pelaku lapangan.
"Kalau tim ini gagal, atau sekadar menangkap pelaku lapangan yang tiga orang, akan menjadi bahan tertawaan masyarakat," ujarnya.
Pengacara Novel Baswedan lainnya, Saor Siagian, meminta Polri memastikan komitmennya melalui Tim Teknis untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
"Bekerjalah segera atau mundur saja jika tidak mampu. Tim Teknis ini kan bentukan Polri dan sangat melekat namanya pada institusi kepolisian. Bila nanti dalam prosesnya mengalami hambatan dan tidak mampu, bilang saja," ujar Saor.
• Demi Penyembuhan Mata Novel Baswedan Jalani Ritual Ini
Novel Heran Ada Tim Teknis
Novel Baswedan, penyidik KPK, mengaku heran dengan langkah Mabes Polri yang membentuk tim teknis terkait kasus penyiraman air keras terhadap wajahnya.
"Belum pernah ada di sejarah investigasi Indonesia. Saya heran kenapa adatim teknislagi. Apakah penyidik itu kerjanya nggak teknis?" ujar Novel di Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Novel pun menyangsikan kerjatim teknis.
Menurut dia,tim teknisdan TPF sama saja dan hanya akan mengulur waktu.
"Ini saya pikir muter-muter. Saya khawatir ini mengulur-ulur waktu. Pemberian waktu kepada Polri ini untuk apa lagi? Apalagi ini adatim teknis. Kenapa? Karenatim teknisini sama dengan kerja penyidik," kata Novel.
Pembentukantim teknisyang terdiri dari 90 anggota Polri berkemampuan khusus itu merupakan rekomendasi dari tim pakar yang terdiri dari ahli di luar Polri kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/novel-baswedan_20170706_214532.jpg)