Tribun Bandar Lampung

Hat-trick OTT dalam Setahun, Lampung Dapat Tempat Tersendiri di Hati KPK

Di Lampung, hat-trick gak sampai 12 bulan sudah tiga kasus OTT. Sehingga Lampung mendapat tempat tersendiri di hati KPK.

Hat-trick OTT dalam Setahun, Lampung Dapat Tempat Tersendiri di Hati KPK
Tribun Lampung/Hanif
Kepala Satgas III Unit Koordinasi dan Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Dian Patria memberikan pemaparan dalam media briefing di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (7/8/2019). 

Hat-trick OTT dalam Setahun, Lampung Dapat Tempat Tersendiri di Hati KPK

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mencatatkan hat-trick operasi tangkap tangan (OTT) dalam setahun, Lampung mendapat perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini diungkapkan Kepala Satgas III Unit Koordinasi dan Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Dian Patria dalam media briefing di Hotel Novotel, Rabu (7/8/2019).

"Di Lampung, hat-trick gak sampai 12 bulan sudah tiga kasus OTT. Sehingga Lampung mendapat tempat tersendiri di hati KPK," ujar Dian.

Ketiga OTT yang dimaksud adalah Bupati Lampung Tengah Mustafa pada Februari 2018, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan pada Oktober 2018, dan Bupati Mesuji Khamami pada Januari 2019.

Dian menyampaikan, tidak sedikit kepala daerah yang berjanji untuk sejalan dengan program KPK.

"Namun di belakang selalu saja ada yang hampir (kena OTT)," sebutnya.

Terkait perilaku seperti bunglon ini, KPK membutuhkan mata dan telinga di mana-mana.

BREAKING NEWS - Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Tamanuri Ingatkan Bupati Agung

Gubernur Lampung Ridho Ficardo Berharap Tak Ada Lagi Kepala Daerah Kena OTT KPK

"Dan juga kami tagih janji para pimpinan daerah," kata Dian.

Dian menjelaskan, Korsupgah KPK hadir untuk memicu dan mendorong instansi pemerintah untuk melakukan pencegahan tindakan korupsi.

"Sementara yang menjalankan tugas adalah dinas. Salah satu trigger yang dilakukan yakni ada pelanggaran di pesisir pantai, maka kami dorong yang turun ATR KKL dan kami memonitor," bebernya.

Dian menuturkan, korupsi merupakan kejahatan yang sangat luar biasa.

"Oleh sebab itu, pencegahan harus luar biasa. Bagaimana caranya? Yakni melalui kolaborasi dan teknologi," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved