Perjalanan ke Tiongkok

Beijing, Dibekap Macet hingga Lahir Sepeda Barcode

Beijing, Dibekap Macet hingga Lahir Sepeda Barcode. Beijing, ibu kota Tiongkok, merupakan kota terbesar kedua di negeri panda setelah Shanghai.

Penulis: Andi Asmadi | Editor: wakos reza gautama
ISTIMEWA
MOBIKE - Pemred Tribun Lampung Andi Asmadi hendak mencoba sepeda Mobike di salah satu sudut kawasan Kota Beijing, Tiongkok, Senin (12/8/2019). 

Cara baru kemudian diterapkan, yakni “mempersulit” keluarnya pelat kendaraan baru.

Bahkan, tarifnya pun dinaikkan 10 kali lipat dari 200 yuan menjadi 2.000 yuan.

Itu pun menggunakan sistem antrean, yang kini daftarnya sudah sangat panjang.

Beijing juga pada 2018 lalu membangun jalan lingkar sepanjang 1.000 kilometer yang menghubungkan Beijing dan kota-kota terdekat, yakni di Tianjin dan Hebei.

Toh masih macet juga. Nah, ini ada cara lain lagi yang lahir dari partisipasi masyarakat.

Yakni, gerakan alam hijau dengan menggalakkan naik sepeda.

Hasilnya, dengan sokongan perusahaan start up seperti OFO (meski kini bangkrut), puluhan ribu sepeda menghiasi setiap sudut kota.

Banyak warga yang bersepeda pada jalur yang khusus dibuat untuk mereka.

Ketika rombongan pemred melintasi jalan kota menuju tempat wisata Tembok Besar, di sepanjang jalan terlihat sepeda dengan warna berbeda berdiri bersanding.

Ada yang biru, hijau, pink, oranye. Warga pun berlalu lalang naik sepeda, meski di sisi lain mobil tetap terlihat padat.

Gerakan massal bersepeda rupanya menjadi model bisnis baru bagi perusahaan start up di Tiongkok.

Selain OFO, ada banyak perusahaan lain yang memajang begitut saja sepedanya di pinggir jalan.

Tapi, jangan disangka sepeda itu bisa dinaiki seenaknya.

Setiap sepeda berwarna tertentu dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda.

Menggunakannya pun wajib dengan teknologi terkini.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved