Tribun Bandar Lampung

Gejala Tak Terlihat, OPSI Ajak Warga Lampung Tes HIV

Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) mengajak masyarakat tak sungkan melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Gejala Tak Terlihat, OPSI Ajak Warga Lampung Tes HIV
Tribun Lampung/Kiki Adipratama
PENCEGAHAN HIV/AIDS - Diskusi pencegahn HIV/AIDS bertajuk "Networking with Local Champions and Law Enforcement" berlangsung di Kafe Diggers, Pahoman, Bandar Lampung, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) mengajak masyarakat tak sungkan melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tes HIV penting karena gejala HIV tidak terlihat.

Selain itu, siapa pun bisa saja terinfeksi HIV. Bukan hanya populasi kunci seperti pekerja seks komersil atau pria yang kerap menggunakan jasa PSK.

Demikian terungkap dalam diskusi penanggulangan HIV/AIDS gelaran OPSI bersama Fokal Point Bandar Lampung di Kafe Diggers, Pahoman, Bandar Lampung, Selasa (13/8/2019).

Dalam diskusi bertajuk "Networking with Local Champions and Law Enforcement", ini OPSI mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat komunitas, dan jurnalis.

Mulyadi, Fokal Point Bandar Lampung, menilai perlu langkah menyeluruh untuk menghilangkan stigmatisasi, diskriminasi, dan ketidakadilan terhadap Orang dengan HIV (ODIV) dan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Termasuk untuk mencegah dan menurunkan angka HIV/AIDS.

"Persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita bersama," ujarnya.

Ia mengungkapkan, per 30 Septempber 2018, jumlah ODHIV di Lampung terdeteksi sebanyak 2.856 orang. Sementara jumlah ODHA sebanyak 873 orang, dengan 66 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Dari data tersebut, jelas Mulyadi, Lampung menempati posisi 20 se-Indonesia.

"Gejala HIV tidak terlihat di tubuh seseorang. Maka dari itu, cara mendeteksinya dengan melakukan tes dan konsultasi," kata Mulyadi.

"Untuk itulah, OPSI bersama para aktivis menyosialisasikan tes HIV. Kami juga mendorong pekerja seks komersil menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah penyebaran penyakit, khususnya HIV," sambungnya.

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota mendukung program OPSI bersama para penggiat komunitas.

"Kami berharap pemerintah mendukung dengan menunjang sarana dan prasarana," ujar Mulyadi.

Sebagai catatan, OPSI adalah organisasi berbentuk perkumpulan. Anggotanya merupakan individual dari kelompok risiko tinggi dan marginal seperti pekerja seks perempuan, waria, dan laki-laki. 

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved