Tribun Lampung Selatan

IDI Lampung Menilai Akreditasi Praktik Membebani Dokter

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai, kewajiban akreditasi tempat praktik pratama, pratik dokter mandiri membebani.

IDI Lampung Menilai Akreditasi Praktik Membebani Dokter
TribunLampung/Dedi Sutomo
Kartu anggota IDI yang bisa menjadi e money. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai, kewajiban akreditasi tempat praktik pratama, pratik dokter mandiri membebani.

Alasannya, biaya akreditasi klinik pratama dan praktik dokter dibebankan kepada dokter atau pemilik klinik.

Kondisi itu berbeda dengan akreditasi rumah sakit dan puskesmas dibiayai pemerintah.

Akreditasi merujuk Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter dan tempat praktik mandiri dokter gigi.

Ketua IDI Lampung DR dr Asep Sukohar M. Kes mengatakan, tujuan pemerintah melakukan akreditasi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Baik itu yang diselenggarakan lembaga pelayanan kesehatan pemerintah maupun mandiri swasta.

Peringati HUT RI, Polda Lampung Akan Gelar Upacara di Puncak Gunung Rajabasa Lampung Selatan

“Tujuannya baik, tetapi untuk klinik pratama mandiri swasta dan praktik dokter mandiri ini tentu memberatkan".

"Karena biayanya juga lumayan besar, akan membebani mereka,” terangnya saat menghadiri seminar kesehatan di Aula RSUD Bob Bazar Kalianda, Kamis (15/8/2019).

Asep menambahkan, periode akreditasi hanya berlaku tiga tahun, kemudian kembali dilakukan akreditasi ulang.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved