Tribun Pringsewu

Keempat Pelaku Bully Kakek Hamdan Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Kepolisian Sektor (Polsek) Pardasuka tidak menahan keempat pelaku bully terhadap kakek Hamdan (73) di Pos Ronda Dusun Erih, Pekon Rantau Tijang

Keempat Pelaku Bully Kakek Hamdan Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor
Tribunlampung.co.id/Didik
Keempat Pelaku Bully Kakek Hamdan Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kepolisian Sektor (Polsek) Pardasuka tidak menahan keempat pelaku bully terhadap kakek Hamdan (73) di Pos Ronda Dusun Erih, Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, 10 Agustus 2019 lalu.

Mereka yakni AS (17), A (16), D (31) dan HS (19). Keempatnya warga Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka.
Kepala Polsek Pardasuka AKP Martono melalui Humas Polres Tanggamus mengungkapkan, bila pihak kakek Hamdan dan keluarga sudah memaafkan para pelaku.

"Mereka langsung membuat pernyataan saling memaafkan, tapi untuk kasus sendiri belum di SP3-kan (Surat Penghentian Penyidikkan Perkara)," ungkapnya.

Sebab, tambah dia, masih menunggu kepastian hukum. Oleh karena itu, lanjut Martono, para pelaku sendiri tidak dilakukan penahanan.

Namun, tambah dia, dititipkan kepada keluarga dengan jaminan surat pernyataan. Pihak keluarga, kata dia, siap menghadirkan jika dibutuhkan. "Wajib lapor, Senin dan Kamis," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Pardasuka mengamankan empat pemuda pelaku bullying terhadap kakek Hamdan (73) di wilayah Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.

Para pelaku sempat merekam tindakkan bully yang kemudian mengunggahnya ke media sosial. Video tersebut sempat viral yang mengundang pengguna media sosial mengecam perbuatan para pelaku terhadap kakek renta tersebut.

Setelah tertangkap para pelaku menyesal telah membully kakek tunawisma dan menjadikannya bahan lelucon.
Keempatnya juga langsung meminta maaf kepada kakek Hamdan disaksikan Camat Pardasuka, Kapolsek Pardasuka, Pj. Kepala Pekon/Desa Rantau Tijang.

Kapolsek Pardasuka Polres Tanggamus AKP Martono, SH. MH mengatakan, dalam kejadian itu sebenarnya ada enam pemuda yang berada di lokasi.

Hendak Mengecek Pompa Air Mati, Petambak Dipasena Tewas Tersengat Listrik

Tetapi dua orang hanya menonton dan tidak melakukan persekusi kepada kakek Hamdan.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved