Kompas Gramedia Lampung Award 2019

12 Pemda Se-Lampung Adu Program Inovatif Prorakyat

Sebanyak 12 pemerintah daerah (pemda) di Lampung beradu program inovatif prorakyat untuk penganugerahan Kompas Gramedia Lampung Award 2019.

Tribunlampung.co.id/Deni
Ketua Kompas Gramedia Sumatera Bagian Selatan Hadi Prayogo memberi sambutan dalam acara Kompas Gramedia Lampung Award 2019 di Pulau Tegal Mas, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Sebanyak 12 pemerintah daerah (pemda) di Lampung beradu program inovatif prorakyat untuk penganugerahan Kompas Gramedia Lampung Award 2019.

Ke-12 pemda ini masing-masing mempresentasikan program spesialnya kepada para juri Kompas Gramedia Lampung Award 2019 di Pulau Tegal Mas, Kamis (22/8/2019).

Adapun ke-12 pemda yang mempresentasikan programnya yakni Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Barat, Lampung Timur, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tulangbawang Barat.

Kemudian, Lampung Selatan, Pringsewu, Metro, Tulangbawang, Lampung Utara, dan Bandar Lampung.

Kompas Gramedia Lampung Award 2019 merupakan penghargaan khusus untuk program-program inovatif prorakyat pemerintah daerah juga program inovatif pihak swasta di Bumi Ruwai Jurai.

Penghargaan ini diberikan oleh Kelompok Usaha Kompas Gramedia di Lampung yang terdiri dari Tribun Lampung, Gramedia, Kompas TV, Radio Sonora, Harian Kompas, dan Kompas.com.

"Penganugerahan Kompas Gramedia Award ini merupakan wujud kepedulian Kompas Gramedia gorup kepada masyarakat Lampung. Penghargaan ini juga sebagai apresiasi kepada pemerintah dan kalangan swasta yang telah menghadirkan program prorakyat," ujar Ketua Kompas Gramedia Sumatera Bagian Selatan Hadi Prayogo.

Program Unggulan

Pemkab Lampung Barat menjadi yang pertama memaparkan program inovatifnya.

Di hadapan para juri: Ketua KG Sumbagsel Hadi Prayogo, Pemimpin Redaksi Tribun Lampung Andi Asmadi, Pimpinan Radio Sonora Bartolomeus T Goenarto, Pimpinan Kompas Gramedia Lampung Gearry Yosada, Kompas TV Cindi Tania, tim dari Humas dan Infokom Lambar mempresentasikan program dengan semangat.

Hadi Prayogo: Kompas Gramedia Award 2019 Merupakan Kepedulian Terhadap Masyarakat

Kabupaten yang dipimpin oleh Parosil Mabsus ini mengajukan dua program utama, yakni Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis.

Untuk pendidikan gratis, ada dua kegiatan utama yakni seragam gratis dan literasi daerah.

Sedangkan untuk kesehatan gratis, dua kegiatan utamanya adakah beasiswa untuk mahasiswa kedokteran, dan ambulans hebat.

Presentasi kedua disampaikan perwakilan Pemkab Lampung Timur.

Kabupaten yang dipimpin oleh Zaiful Bochari ini mengajukan dua program utama, yakni daerah layak anak dan layanan call center.

Selanjutnya Pemkab Pesawaran di bawah kepemimpinan Dendi Ramadhona mengajukan satu program, yakni Gadis.

Gadis merupakan singkatan dari Gerakan Desa Ikut Sejahtera.

Dalam gerakan Gadis ini, setiap daerah mendapat bantuan Rp 100 juta per tahun dengan membuat program ekonomi kreatif.

Outcome-nya adalah meningkatnya pendapatan asli desa.

Penampil keempat dari Pemkab Pesisir Barat.

Pesbar memaparkan program "Wisata Berskala Nasional".

Kabupatan yang dipimpin oleh Agus Istiqlal ini di antaranya mengunggulkan pariwsiata di Pantai Tanjung Setia yang setiap tahun menjadi tempat lomba surfing internasional.

Selanjutnya, Pemkab Tulangbawang Barat di bawah kepemimpinan Umar Ahmad juga memaparkan dua program unggulannya, yakni Maju dan Sejahtera (Mantra) dan Pengajar Cerdas.

Dengan Program Mantra, Tubaba yang sudah menggandeng Bank BNI, Bank Lampung, dan bank syariah, akan menyalurkan bantuan ke 13.250 KK rumah tangga sasaran (RTS) di 9 kecamatan.

Program Pengajar Cerdas Tubaba telah menyeleksi para tenaga pengajar dari seluruh universitas yang ada di Indonesia.

Dengan Pengajar Cerdas digagas untuk mengajarkan Kebhinekaan kepada anak-anak Safari Cerdas yang ada di Tubaba.

Presentasi selanjutnya disampaikan perwakilan Pemprov Lampung.

Humas Pemprov Lampung mempresentasikan program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang dikenal Lampung Berjaya.

Salah satu terobosan yang dilakukan Gubernur Arinal yakni menghadirkan Kartu Petani Berjaya. Kartu tersebut akan di-launching Agustus ini di tiga pemda.

Program inovatif prorakyat lainnya yang disampaikan yakni Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Keliling di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Pemkab Lampung Selatan yang saat ini dipimpin Nanang Ermanto memiliki inovasi yang berbeda dengan daerah lainnya yakni inovasi di bidang kesehatan.

Pemkab Lamsel mempresentasikan Program Tersentuh Sentric atau Program Inovasi untuk Anak dengan Gangguan Tumbuh Kembang Secara Gratis.

Program ini dipastikan tidak terdapat di pemda-pemda lain.

Sesi Dua

Setelah istirahat, pemda selanjutnya yang mempresentasikan program inovatif prorakyatnya yakni Pringsewu.

Di bawah kepemimpinan Sujadi, Pemkab Pringsewu memiliki program unggulan yakni Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dalam SlRT ini, Kabupaten Pringsewu akan menyalurkan kebutuhan dasar sosial masyarakat miskin dan menghubungkan kepada program kegiatan yang berada di pemerintah dan swasta.

Dengan program ini, pemkab berhasil menurunkan tingkat kemiskinan.

Sementara STBM program yang dimaksudkan untuk memenuhi layanan Sanitasi rumah tangga yang terdiri dari 103.000 KK.

Gerakan STBM ini di antaranya memenuhi kebutuhan Sanitasi mulai dari, Jamban mandiri, kebersihan lingkungan, cuci tangan pakai sabun, pengamanan sampah rumah tangga, pengamanan limbah air.

Selanjutnya Pemkot Metro melalui Kabid Komunikasi Kominfo Yudha Yunianto juga mempresentasikan dua program unggulan yakni Gerakan untuk Melawan Stunting (Getuk Melanting) dan Gerbang Bumi Sai Wawai.

Program Getuk Melanting ini merupakan program yang ditujukan untuk menurunkan permasalahan-permasalahan stunting.

Gerakan ini sudah terintegrasi dengan seluruh instansi-instansi terkait.

Program kedua, yakni Gerbang Sai Wawai merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan dengan cara memberikan bantuan hibah berupa material untuk pembangunan infrastruktur sesuai dengan usulan masyarakat di setiap desa yang ada di Kota Metro.

Selanjutnya, Kabid Pengembangan Teknologi Informatika Kominfo Tulangbawang Herwan Hadi menggaungkan Mal Pelayanan Publik sebagai program unggulannya.

Mal ini diklaim sebagai mall pelayanan publik pertama di Provinsi Lampung, sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua organisaai perangkat daerah (OPD).

Mal ini melayani keperluan-keperluan masyarakat terkait kebutuhan pelayanan publik seperti, KTP, KK, akta kelahiran, dan akta perceraian.

Kemudian, Lampung Utara yang mengunggulkan program Salam 10 Menit dan Sidang Isbath.

Program ini memberikan kepastian pada masyarakat dalam pelayanan yang cepat dalam urusan pelayanan publik seperti di Dinas Pependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Kedua, Sidang Isbath merupakan program yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang sudah menikan dan belum tercatat oleh negara.

Paling terakhir yang mempresentasikan program unggulannya yakni Pemkot Bandar Lampung.

VIDEO 15 Kabupaten dan Provinsi Adu Progam Unggulan Dalam Kompas Gramedia Lampung Award 2019

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Herman HN, pemkot memiliki sejumlah program unggulan yang disebut Sehat Cerdas Beriman Berbudaya Unggul dan Berdaya Saing Berbasis Ekonomi Kerakyatan.

Dalam program itu telah dibagi menjadi beberap program, di antaranya, percepatan pembangunan infrastruktur dan pendidikan gratis, berobat gratis, ambulans gratis, dan yang lainnya.

Program infrastruktur ini diwujudkan untuk menjadi solusi dari titik-titik kemacetan yang ada di Kota Bandar Lampung guna melayani masyarakat dengan sebaik mungkin.

Selain itu, Wali Kota Bandar Lampung telah menerapkan pendidikan gratis melalui program Bina Lingkungan (Biling) tingkat SD dan SMP, kuliah gratis Biling berprestasi Unila dan UIN, bantuan perlengkapan sekolah dasar, bantuan uang operasional bagi guru honorer, dan lainnya. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved