Berita Lampung

Tahun Ini Pemkab Pringsewu Lampung Kembali Buka Program Magang ke Jepang

Disnakertrans Kabupaten Pringsewu Lampung kembali membuka program pemagangan ke Jepang tahun 2026. 

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
PENINJAUAN BUPATI - Dokumentasi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat meninjau langsung proses pembuatan paspor bagi calon peserta program pemagangan ke Jepang di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu, Kamis (15/1/2026). 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu Lampung kembali membuka program pemagangan ke Jepang tahun 2026. 

Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Kepala Disnakertrans Pringsewu Agus Wijanarko mengatakan, program ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan pemerintah Jepang melalui skema pemagangan industri.

“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Agus kepada Tribun Lampung, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jepang

Pelatihan tersebut mencakup kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis, serta pembentukan mental dan kedisiplinan kerja.

Agus menyebutkan sejumlah persyaratan umum bagi calon peserta, di antaranya:

  • Laki-laki dan perempuan
  • Usia 18–26 tahun
  • Pendidikan minimal SMA/sederajat
  • Tinggi badan minimal 160 cm (laki-laki) dan 150 cm (perempuan)
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Tidak bertato dan tidak bertindik (bagi laki-laki)
  • Tidak memiliki riwayat penyakit berat

Selain itu, peserta juga harus memiliki kemampuan dasar yang akan diuji melalui seleksi.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap, meliputi:

  • Seleksi administrasi
  • Tes matematika dan ketahanan fisik
  • Tes wawancara
  • Tes kesehatan

Peserta yang lolos seleksi daerah akan mengikuti pelatihan tahap pertama selama sekitar 70 hari di Kabupaten Pringsewu. 

Setelah itu, peserta akan melanjutkan pelatihan tahap kedua di pusat pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jepang.

“Selama pelatihan, peserta akan digembleng secara disiplin, termasuk kemampuan bahasa Jepang dan kesiapan kerja,” jelasnya.

Agus menambahkan, sebagian biaya program ditanggung oleh pemerintah dan perusahaan penerima di Jepang

Namun, peserta tetap perlu menyiapkan biaya pribadi untuk kebutuhan tertentu selama proses pelatihan hingga keberangkatan.

Setelah bekerja di Jepang, peserta berkesempatan memperoleh penghasilan yang cukup besar, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, tergantung sektor pekerjaan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved