Kenali Ragam Gejala Gangguan Sesak Napas

Mengalami gangguan pernapasan kondisi membuat seseorang merasa tidak nyaman beraktivitas. Kondisi itu dalam dunia medis disebut dyspnea.

Tayang:
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: martin tobing
Kompas.com
Ilustrasi penderita asma. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mengalami gangguan pernapasan kondisi membuat seseorang merasa tidak nyaman beraktivitas.

Kondisi itu dalam dunia medis disebut dyspnea atau sesak napas. Kondisi itu terjadi akibat berkurangnya pasokan oksigen yang masuk ke paru-paru.

dr Ahmad Hati Nurwanto menjelaskan, gejala awal ketika mengalami dyspnea pernapasan menjadi cepat, pendek, dan dangkal.

Kondisi itu pun dapat diderita orang mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, tekanan darah rendah, gagal jantung, anemia, kelelahan, hingga serangan panik.

Emfisema dan bronkitis kronis adalah dua kondisi utama yang paling umum diderita pada kategori PPOK.

Waspada Potensi Bayi Mendadak Meninggal Terkena Sudden Infant Death Syndrome

Banyak pasien mengalami dua kondisi ini dalam waktu bersamaan sehingga menyebabkan gangguan progresif dan dapat memicu kondisi pasien kian memburuk seiring berjalannya waktu.

Meski terlihat sebagai kondisi yang umum terjadi, dyspnea bisa memiliki tingkat keparahan, mulai dari ringan sampai berat. dr Ahmad menilai, penting melakukan pemeriksaan dan deteksi dini ke dokter spesialis.

"Karena khusus untuk penderita PPOK tahap awal, penyakit ini sulit diidentifikasi. Kebanyakan gejalanya hanya dianggap sebagai kelelahan biasa atau hanya sedang tidak fit. Padahal bisa jadi mengarah ke PPOK," urainya.

Penyakit asma punsalah satu penyebab munculnya dyspnea. Saat kambuh, asma akan menyebabkan saluran napas membengkak dan memproduksi lendir secara berlebihan yang akhirnya akan mengganggu aliran udara.

Akibatnya, penderita asma akan mengalami kesulitan bernapas, batuk, mengi, dan nyeri ketika sedang bernapas.

Gejala Awal Kanker Pankreas Sulit Dideteksi

Begitu juga saat mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah akan menyebabkan kurangnya pasokan darah berisi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Pasokan darah yang kurang ini akan menyebabkan Anda mengalami dyspnea. Selain itu, saat mengalami hipotensi, Anda bisa merasa pusing, lemas, bahkan pingsan.

Gagal jantungjuga bisa menyebabkan munculnya dyspnea. Kondisi ini terjadi saat jantung tidak mampu lagi memompa darah ke seluruh tubuh secara normal.

Sehingga sel-sel tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Penderita gagal jantung akan mengalami dyspnea, kesulitan bernapas, batuk, dan cepat merasa lelah.

Menurut dr Ahmad, dyspnea bisa menyerang usia berapa saja baik laki-laki maupun perempuan.

Penderita Bipolar Alami Fase Mania dan Depresif

Terkait cara mencegah dyspnea antara lain, berolahraga secara benar untuk membantu meningkatkan stamina dan mengurangi episode dispnea. Disarankan juga menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok.

Selain itu bernafas dengan benar yakni untuk orang dewasa sebanyak 16 sampai 20 kali dalam semenit.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan menarik nafas dengan mulut karena justru kuman, debu atau bakteri masuk dengan mudah terlebih di lingkungan berpolusi.

Hiruplah udara yang bersih agar oksigen yang didapatkan bebas dari beragam polusi. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved