Tribun Tanggamus

Satlantas Tanggamus Larang Pelajar yang Belum Punya SIM Kendarai Kendaraan Bermotor

Satlantas Polres Tanggamus meminta pelajar tidak mengendarai kendaraan bermotor.

Satlantas Tanggamus Larang Pelajar yang Belum Punya SIM Kendarai Kendaraan Bermotor
TribunLampung/Tri Yulianto
Sosialisasi Satlantas Tanggamus di SMKN 1 Talang Padang tentang Operasi Patuh Krakatau 2019 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Satlantas Polres Tanggamus meminta pelajar tidak mengendarai kendaraan bermotor.

Hal ini dikarenakan usianya belum mencukupi secara aturan lalulintas.

Hal itu disampaikan Kasatlantas AKP Yuniarta bersama Kanit Dikyasa Sat Lantas Bripka Yuliansyah Idrus, saat sosialisasi Operasi Patuh di SMKN 1 Talang Padang.

Yuniarta menyampaikan dalam operasi Patuh Krakatau 2019 terdapat delapan jenis pelanggaran prioritas yang jadi perhatian.

Dan akan dilakukan penindakan, antara lain; pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm.

Lalu, pengemudi kendaraan roda empat (R4) yang tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt); pengemudi melebihi batas kecepatan; pengendara melawan arus; berkendara dalam kondisi mabuk.

Kemudian, pengendara anak di bawah umur; menggunakan ponsel saat berkendara; dan penggunaan lampu rotator, strobo dan sirine.

"Kami menyampaikan bahwa pelajar yang notabene masih di bawah umur dan belum layak mendapatkan SIM agar tidak mengendarai kendaraan sendiri," kata Yuniarta.

Dua Hari Operasi Patuh Krakatau, Satlantas Polres Lamsel Tilang 283 Pengendara

Ia menambahkan, apabila pelajar belum cukup umur membawa kendaraan, tentunya akan dilakukan penindakan pelanggaran.

"Untuk pelajar yang telah cukup umur dan mendapatkan SIM, patuhi peraturan lalu lintas, gunakan helm SNI, bawa surat-surat kendaraan. Apabila menyeberang perhatikan arah kanan dan kiri," ujar Yuniarta.

Ia mengaku hal itu penting, supaya pelajar memperhatikan keselamatan di jalan raya, seperti saat menyeberang di jalan raya. Untuk membantu terciptanya situasi lalu lintas yang kondusif.

Setelah pesan Operasi Patuh dijelaskan, siswa diberi sosialisasi UU Lalu Lintas dan safety ridding oleh Kanit Dikayasa Bripka Yuliansyah Idrus.

Tujuannya agar sejak remaja sudah paham tentang lalulintas dan menciptakan keselamatan bersama.

(tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved