Tribun Tulangbawang Barat
Sugar Group Janji Bantu Pasarkan Kopi Tubaba
PT Sugar Group Companies (SGC) akan membantu memasarkan kopi khas Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) hingga ke manca negara.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
Sugar Group Janji Bantu Pasarkan Kopi Tubaba
Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - PT Sugar Group Companies (SGC) akan membantu memasarkan kopi khas Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) hingga ke manca negara.
Hal ini diungkapkan petinggi PT SGC Purwati Lee saat menjajal racikan kopi Tubaba pada launching Kopi Tubaba di Kompleks Rumah Baduy, Uluan Nungik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pekan kemarin.
Pada launching tersebut, Bu Lee, sapaan akrabnya, menjadi tester kopi khas Tubaba yang dibagi menjadi tiga varian racikan.
Di antaranya N1 yang terbuat dari kopi jenis liberika dari khas Tubaba yang berasal dari pekarangan-pekarangan warga.
N2 yang terbuat dari Housebland dari tiga jenis kopi yakni khas Tubaba Niberika dicampur kopi Semendo, dan dicampur kopi Lampung asal Lampung Barat.
• Debu Pembakaran Tebu PT SGC Masuk Rumah Warga, Massa Geruduk Kantor Bupati Tuba
Selanjutnya, N3 terbuat dari kopi Exselsa juga dari Tubaba yang berasal dari pekarangan warga.
Kopi tersebut selain dicoba Purwanti juga dicoba wisatawan asing pecinta kopi Joshua, yang ikut bersama rombongan PT SGC, ketua sementara DPRD Tubaba Ponco Nugroho, ketua TP PKK Kornelia Umar, ibu Sholeha Herwan (istri Sekdakab Tubaba), beberapa anggota DPRD Tubaba dan lainnya.
"Harum dan rasa kopinya sangat kuat, ketika sudah siap dipasarkan. SGC buka peluang pasarkan Kopi Tubaba. Namun, untuk menjaga kualitas, sangat penting ada konsistensi (tidak ada campuran), dan cara memanennya jangan dipetik kalau masih hijau," tuturnya.
Bu Lee mengaku pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan usaha kopi, bahkan juga melakukan pembelian hingga keliling Indonesia, hingga ke Papua, Mandailing, Toraja, dan Lampung Barat.
Bahkan, penjualan kopi tersebut (marketing) hingga ke Amerika, Singapura, Jepang, Korea, yang banyak digemari oleh warga Jepang dan Korea.
• Bos SGC Gunawan Yusuf: Pilihan Jokowi untuk Masa Depan Bangsa
"Penjualan kopi kami 500 sampai 1.000 ton pertahun, dan Tubaba punya prospek dan potensi jika akan mengembangkan kopi khas Tubaba, kami siap pasarkan dan diberi harga tinggi seperti di Papua," paparnya.
Purwati juga memberi semangat kepada Pemkab Tubaba dan masyarakat untuk meneruskan langkah dalam pengembangan kopi Tubaba, walaupun Tubaba bukan termasuk penghasil kopi.
Bupati Umar Ahmad mengatakan kopi Tubaba adalah kopi yang berasal dari pekarangan warga yang banyak ditemukan dengan varietas Exelsa dan Liberika. Bahkan, kopi yang di-launching tersebut kopi yang dipetik langsung dari pekarangan warga.