Tribun Lampung Selatan

Di Lampung Selatan Selama Musim Memarau Tahun Ini Tidak Ada Terjadi Kebakaran Hutan

Selama musim kemarau saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan atau mendeteksi adanya kebakaran kawasan hutan di daerah Lampung Selatan

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Teguh Prasetyo
Insert - Kebakaran hutan di Gadingrejo. Di Lampung Selatan selama musim kemarau tahun ini tak ada kebakaran hutan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – UPT Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) XIII Way Pisang, Gunung Rajabasa dan Batu Serampok menyebut selama musim kemarau saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan atau mendeteksi adanya kebakaran kawasan hutan.

Kepala UPT KPH XIII Yudi Kurniawan mengatakan, sejauh ini hanya ada 1 laporan titik asap yang berada masuk kawasan Register 1 Way Pisang.

Hanya saja kawasan tersebut bukanlah kawasan hutan, tetapi telah dikelola masyarakaat menjadi area kebun jagung.

Titik api tersebut merupakan aktivitas pembakaran yang dilakukan petani untuk membersihkan sisa-sisa batang jagung untuk dapat ditanami kembali.

“Kita sudah memberikan pembinaan kepada petani agar mereka tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahannya,” kata Yudi kepada Tribun, Selasa (3/9/2019).

Sedangkan untuk kawasan hutan, seperti di wilayah register III Gunung Rajabasa yang relatif kondisinya masih bagus sejauh ini.

Bahkan pihaknya belum mendapatkan laporan dan mendeteksi adanya kebakaran.

“Kita melibatkan masyarakat disekitar kawasan hutan untuk ikut juga menjaga dan menghindari hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran hutan disaat kemarau seperti sekarang,” terang dirinya.

22 Titik Panas Terpantau di Lampung, BMKG-BPBD Imbau Waspada Kebakaran Hutan

Sementara itu saat disinggung terkait dengan program konservasi untuk sisa tahun 2019 ini, Yudi mengatakan pihaknya terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat pengelola kawasan hutan untuk melakukan upaya penamanan (koservasi).

Dirinya mengatakan untuk di Lampung Selatan ada persemaian bibit pohon di desa Karangsari kecamatan Ketapang.

Petani pengelola kawasan hutan bisa meminta bibit pohon untuk ditaman dikawasan hutan secara gratis.

Menurutnya, petani bisa menanam pohon-pohon yang buahnya memiliki nilai ekonomi. Seperti durian, petai, jengkol dan pala.

“Petani bisa membawa KTP ke persemian untuk meminta bibit pohon. Bisa juga melalui KPH nanti akan kita bantu untuk bibit pohon,” ujar Yudi.

Dirinya mengatakan melalui program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan yang mengelola hutan, diharapkan upaya koservasi kawasan hutan bisa berjalan tetapi tetap mampu memberikan nilai manfaat secara ekonomi pada warga masyarakat pengelolanya.

“Kita menginginkan kawasan hutan lestari, tetapi masyarakat disekitar kawasan hutan bisa sejahtera. Karena itu, kita mendorong keterlibatan warga secara aktif dalam konservasi melalui program hutan kelola masyarakat,” tandasnya.

(tribunlampung/dedi sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved