Gedor-gedor Lalu Ditimpuki, Pembeli Pempek Tusuk Pria Gempal hingga Tewas dalam Duel Maut

Ternyata, penyebab duel berdarah itu hanya karena persoalan sepele. Gara-gara Kararudin alias Hasan menggedor dinding warung pempek, yang kebetulan

Gedor-gedor Lalu Ditimpuki, Pembeli Pempek Tusuk Pria Gempal hingga Tewas dalam Duel Maut
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Gedor-gedor Lalu Ditimpuki, Pembeli Pempek Tusuk Pria Gempal hingga Tewas dalam Duel Maut. 

Karena ditubuh korban, terdapat sayatan senjata tajam.

Informasi yang didapat Tribunlampung.co.id, korban bernama Andri Gunawan (38), warga Kampung Palembang, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala.

Duel Paman dan Keponakan

Insiden duel berujung maut juga pernah terjadi di Lampung Selatan.

Paman dan keponakan saling tusuk terjadi di sebuah tambak udang di Dusun Sumberjaya, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (30/8/2019) malam.

Keduanya bernasib nahas.

Sang paman dan keponakan meninggal seusai duel.

Keduanya meninggal dengan sejumlah luka tusuk di tubuh.

Sang paman, Darma K (48) meninggal di lokasi.

Sementara, keponakannya, Hasan B (45) meninggal di Puskesmas Rawat Inap Ketapang.

Menurut keterangan pemilik tambak, Hari, insiden duel berujung maut paman dan keponakan saling tusuk itu bermula saat Hasan sedang bersama Mustafa.

Keduanya sedang berada di pondok tambak udang milik Hari.

Saat itu, Hasan menerima telepon dari Darma.

Hasan terdengar cekcok dengan pamannya di telepon.

Hasan lalu mengajak sang paman untuk berduel satu lawan satu di lokasi tambak.

Sang paman pun datang.

“Saat kejadian, saya sedang menyedot air di ujung tambak. Jadi, tidak tahu persis kejadiannya,” terang Hari, Sabtu (31/8/2019).

Hari mengaku, ia tidak mengetahui persoalan antara Hasan dan Darma.

Saat terjadi duel berujung maut paman dan keponakan saling tusuk, Mustafa yang sedang bersama Hasan tidak berani melerai.

Lantaran, keduanya berduel menggunakan senjata tajam.

duel maut Bos Showroom

Sebelumnya, bos showroom terlibat duel maut dengan dua orang sekaligus.

duel maut itu mengakibatkan dua orang tewas. 

Dua orang yang tewas di tangan bos showroom. 

Satu korban diantaranya adik Anggota DPRD.

duel maut ini menggegerkan masyarakat yang bermukim di Jalan Palembang-Betung Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Korban adalah Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) yang tewas ditangan bos showroom.

Supen dan Udin harus merenggang nyawa di tangan Andina, Minggu (12/5/2019).

Andina merupakan Bos Shoowroom Rizky Motor, warga Jalan Palembang-Betung Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Pertikaian berdarah itu dilatar belakangi perselisihan paham yang berbuntut perkelahian.

Kedua korban tadi warga Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung.

Supen yang meninggal dunia merupakan adik kandung anggota DPRD Banyuasin.

Supen meninggal, sempat berkelahi. Tubuhnya ditusuk beberapa kali hingga tersungkur.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk mengatakan, diduga pelaku, Andina merasa tidak senang disuruh oleh korban.

Supen mengosongkan showroom motor yang di kontrak Andina.

Sedangkan Andina merasa telah menyewa tempat usaha tersebut selama 5 tahun.

Baru berjalan 2,5 tahun, masih sisa 2,5 tahun lagi.

Sedangkan korban Supen merasa telah membeli tanah showroom itu sehingga merasa paling berhak tempat itu.

 Emak-emak Ini Nyaris Masuk Jurang Saat Berduel dengan Penjahat

Sebab perselisihan paham inilah terjad perkelahian antara pemilik showroom, Andina dengan Supen dan Udin yang kini meninggal dunia akibat benda tajam.

"Informasinya seperti itu, bahwa pelaku dipaksa untuk mengosongkan tempat usahanya oleh kedua korban," kata Kapolres.

"Keluarga korban Suparman dan Jamudin bahwa atas kesepakatan keluarga korban tidak dilakukan autopsi dan hanya dilakukan visum di Puskesmas Betung," ujar tambah Kapolsek Betung AKP Nazirudin SH MSi didampingi Kanit Reskrim Ipda Ammukminin

"Kami sudah melakukan olah TKP, sedangkan pelakunya berhasil diamankan," tegas Kapolsek. (tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved