Wisata Pantai Sari Ringgung Tak Punya Izin Reklamasi

Desakan agar aparat hukum, termasuk Polda Lampung, agar turun tangan mengusut dan menindak dugaan reklamasi di Sari Ringgung terus menggema.

Wisata Pantai Sari Ringgung Tak Punya Izin Reklamasi
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Pantai Sari Ringgung. 

Wisata Pantai Sari Ringgung Tak Punya Izin Reklamasi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Tindakan penimbunan sampah di hutan mangrove hingga dugaan reklamasi tanpa izin di kawasan Pantai Sari Ringgung mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Desakan agar aparat hukum, termasuk Polda Lampung, agar turun tangan mengusut dan menindak kasus ini terus menggema.

Seperti diketahui, hutan mangrove di kawasan Pantai Sari Ringgung dipenuhi sampah dari kegiatan kunjungan ke lokasi wisata tersebut.

Sampah-sampah ini sengaja ditumpuk di sana karena tidak ada lahan khusus sebagai tempat pembuangan sampah.

Pada sisi lain, terdapat lahan diduga hasil reklamasi yang di atasnya terdapat bangunan yang difungsikan sebagai kafe.

Ada juga bangunan seperti villa berdiri di tengah laut di atas lahan pasir timbul.

Kepala Seksi Kebijakan dan Penyuluhan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wanasir, yang dikonfirmasi Tribun, Rabu (4/9), menegaskan, pengelola Pantai Sari Ringgung tidak memiliki izin reklamasi.

Izin lainnya, seperti izin tata ruang dan izin lingkungan, juga belum ada. Pengajuan izin tersebut masih dibahas oleh tim teknis atau dinas terkait.

Menurut Wanasir, pihaknya belum menerima rekomendasi dari tim teknis terkait izin untuk pengelolaan kawasan Pantai Sari Ringgung.

Halaman
123
Penulis: kiki adipratama
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved