Demo Gojek di Lampung
BREAKING NEWS - Bersama Dandim, Wakapolres Tawarkan Perwakilan Driver Menghadap Wagub Nunik
BREAKING NEWS - Bersama Dandim, Wakapolres Tawarkan Perwakilan Driver Menghadap Wagub Nunik
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 300 personel Polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan di depan kantor Gojek di Jalan Wolter Monginsidi (samping hotel Sheraton).
Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yudi Chandra saat ditemui awak media di depan kantor Gojek, Kamis (5/9/2019) mengatakan ada 300 polisi yang dikerahkan.
Pada kesempatan tersebut dirinya paham apa yang menjadi tuntutan ribuan driver Gojek.
Makanya dirinya bersama Dandim 0410 Bandar Lampung Letkol Inf Romas Herlandes memberikan tawaran kepada driver untuk bisa menghadap Wagub Nunik.
"Jadi sudah kami berikan tawaran agar bisa bertemu dengan massa. Kita juga sudah berkomunikasi dengan Pemprov Lampung," katanya.
Dirinya juga sempat membicarakan tuntutan ini kepada Wagub Nunik dan bersedia untuk menggelar audiensi.
Tetapi polisi dan Pemprov Lampung mengajukan permintaan agar massa membubarkan diri dan hanya perwakilan saja.
"Diharapkan agar perwakilan untuk bisa datang menghadap Wagub Nunik untuk mencarikan solusinya" paparnya.
Sampai saat ini korlap sedang berunding apa bisa tawaran ini diterima atau tidak.
"Kalau ini kan sistem pemotongannya langsung dari pusat, saya mewakili driver agar Pemprov Lampung menyuarakan tuntutan ini semua," katanya.
Bermediasi dengan Wagub Nunik ini untuk mencarikan solusi terbaik agar hak mereka terpenuhi.
"Saya berjanji akan membantu driver ojek online ini, dan dirinya masih menunggu mereka dengan tawaran untuk bisa menemui Wagub Nunik".
Kalaupun massa tetap di sini, sebagai polisi yang tugasnya menjaga Kamtibmas juga selalu mengawal massa.
Hingga saat ini juga massa masih tetap dilokasi, ada juga water canon yang dikerahkan untuk menjaga unjuk rasa tersebut.
Dandim 0410 Bandar Lampung Letkol Inf Romas Herlandes menambahkan kalau prajurit TNI yang dikerahkan ada sebanyak 30 personel.
Dirinya meminta kepada massa agar bisa tenang dalam menyampaikan aspirasinya.
Karena ini juga kan hak mereka menyampaikan hak pendapatnya dan masyarakat bisa menikmati perjalanan yang melintas di Jalan Wolter Monginsidi.
Makanya harus saling menghargai, boleh menyampaikan aspirasi dan jangan menganggu orang lain.
"Saat ini kita masih menunggu perwakilan driver untuk bisa mediasi dengan ibu Wagub," katanya
Dirinya juga sangat menyesalkan pihak Gojek tidak ada ditempat menemui massa. Harusnya Pemprov Lampung yang akan memfasilitasinya.
Tolak Pemotongan Insentif 50 Persen
Ribuan driver ojek online (ojol) Gojek menolak adanya pemotongan insentif atau bonus 50 persen.
Ketua Umum Gaspoll Miftahul Huda di depan kantor Gojek Indonesia (GI) Lampung di Jalan Wolter Monginsidi mengatakan driver menolak adanya potongan bonus hingga 50 persen.
Lalu driver juga meminta pihak Gojek mengembalikan pola insentif atau bonus 30 poin Rp 160 ribu.
"Kami meminta agar pihak Gojek mengabulkan apa yang kami tuntut. Sangat disesalkan juga dengan pihak Gojek tidak ada dikantornya," katanya.
• BREAKING NEWS - Rumahnya Tinggal Puing, Ilmi Boyong Keluarga Mengungsi ke Musala
• BREAKING NEWS - Keluar dari SPBU, Mobil Terios yang Terbakar Sempat Lompati Trotoar. Pemilik Kabur!
Dalam aksi demo tersebut massa berkumpul sejak pagi dengan membaea karton bertuliskan "Kami bukan budak aplikasi, anak bangsa kembalikan insentif Rp 160 ribu".
"Lampung bukan kapitalisme, jangan siksa kami dengan insentif turun. Gojek Nadiem jangan tutup mata kalian, Nadiem dzolim terhadap mitra Lampung".
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)