Tribun Bandar Lampung

Ancam Sebar Foto Tak Senonoh, Guru Honorer di Lampung Gagahi Siswi SMA hingga Hamil 7 Bulan

Seorang siswi SMA di Pesawaran mengaku dicabuli oknum guru honorer hingga hamil tujuh bulan.

Ancam Sebar Foto Tak Senonoh, Guru Honorer di Lampung Gagahi Siswi SMA hingga Hamil 7 Bulan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan. Seorang siswi madrasah aliyah negeri (MAN) di Pesawaran mengaku dicabuli oknum guru honorer hingga hamil tujuh bulan. 

"Keduanya satu sekolah dan sama-sama masih di bawah umur."

"Penanganannya juga sesuai dengan penanganan kasus untuk anak di bawah umur,” terang Syarhan.

Korban merupakan siswa kelas 2 SMP di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Ia diperkosa diperkosa oleh kakak kelasnya.

Kakak kelasnya diketahui juga warga Kecamatan Sidomulyo namun berbeda desa.

Peristiwa pemerkosaan terjadi pada Jumat (19/7/2019) lalu.

Pelaku memerkosa korban di rumah korban.

Sopir Ngaku Dukun Cabuli Siswi SMA

Berpura-pura menjadi seorang dukun, Bagiyo (43) memperdaya seorang siswi kelas X SMA di Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah.

Warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu mencabuli korban yang tak lain adalah adik temannya.

Bagiyo kali pertama bertemu dengan korban IT (16) pada Mei 2019 lalu.

Ketika itu, pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut mampir ke rumah kakak korban yang merupakan rekan kerjanya.

Saat itu pelaku menginap di rumah kakak korban.

Ternyata kebaikan kakak korban dibalas dengan perilaku tak terpuji.

Bagiyo ternyata telah mengincar IT.

Saat waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, Bagiyo melancarkan aksinya.

Saat itu ia mendapati IT sedang duduk seorang diri di belakang rumah.

Dengan sedikit berbasa-basi, Bagiyo mendekati IT dan mengajaknya berbincang.

 Kenal di Facebook, Gadis 15 Tahun di Pringsewu Digagahi 8 Kali dalam Semalam

Tunggui Istri Cuci Baju di Sungai, Pengantin Baru Tewas Dibunuh. Warga Kaget Lihat Pelaku

Gayung bersambut, IT cerita kepada Bagiyo sedang mengalami masalah dengan pacarnya.

Mendengar ucapan IT, Bagiyo mengaku sebagai seorang dukun yang bisa membantu permasalahan asmara.

Untuk meyakinkan IT, Bagiyo mengeluarkan perlengkapan alat perdukunan berupa besi kuning, serangga kering diawetkan warna pelangi, boneka jenglot, keris kecil terbuat dari kuningan, batuan akik, tasbih, panduan kertas baca mantra, berbagai macam uang logam, dupa segitiga/panjang, minyak wangi dan bungkusan plastik berisi kertas bertuliskan huruf Arab gundul.

Korban rupanya percaya dengan ucapan dan barang-barang klenik milik pelaku.

Setelah itu, pelaku mulai melancarkan aksinya.

Ia mengajukan persyaratan kepada korban, di antaranya dengan melakukan sejumlah ritual khusus.

"Setelah semua persyaratan yang diminta pelaku dituruti korban, pada malam kejadian itu juga pelaku meminta korban untuk berbaring di kamar, disuruh membuka baju untuk keperluan ritual, lalu di situlah terjadi pencabulan korban oleh pelaku," kata Kapolsek Rumbia Iptu Timur Irawan mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma, Rabu (24/7/2019).

Berdasarkan laporan keluarga korban, pelaku sudah lebih dari satu kali melakukan aksinya kepada korban IT di tempat yang sama.

"Untuk memuluskan aksinya, pelaku meminta IT tidak membicarakan perbuatan itu kepada keluarganya. Ritual yang dilakukan yakni sama dengan meminta korban menanggalkan pakaiannya demi kelancaran ritual," imbuhnya.

UPDATE:

Berita ini telah diklarifikasi terkait sekolah korban. 

Kepala MAN 1 Pesawaran, Hilman mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran di internal sekolah.

Hasilnya, mereka tidak menemukan siswi yang disebut menjadi korban pencabulan.

Berikut, tautan atau link klarifikasi:

KLARIFIKASI - Kepala MAN Pesawaran Bantah Siswinya Korban Pencabulan Oknum Guru

 (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved