Gedung Pencakar Langit Butuh Pengelolaan Sampah dan Limbah Mandiri

Lampung sudah dipantau sejak lama yang menunjukkan gedung di sini perlahan mulai-mulai muncul yang didominasi hotel.

Gedung Pencakar Langit Butuh Pengelolaan Sampah dan Limbah Mandiri
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Pembangunan Hotel Grand Mercure dilanjutkan, Jumat, 25 Januari 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Eka A Sholichin dan Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -  Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bandar Lampung menyatakan, proses perizinan pembangunan gedung pencakar langit sama dengan perizinan pembangunan gedung biasa.

Satu contohnya, Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal tersebut disampaikan Muhtadi Arsyad Temenggung selaku Kabid Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bandar Lampung, Rabu (11/9/2019).

“Semua ada ketentuannya, kami dari dinas pun sudah ada alurnya,” terangnya.

Pengajar program studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung Fritz Akhmad Nuzir menyampaikan, perizinan lainnya dinilai penting pembangunan gedung pecakar langit adalah pembuangan limbahnya.

“Bisa dibayangkan betapa banyak sampah dan air limbah yang akan dihasilkan dari setiap lantainya,” terangnya.

Setelah Grand Mercure, Lampung Akan Punya 1 Lagi Gedung Pencakar Langit

Untuk itu imbuhnya, perlu konsep pengelolaan sampah dan limbah secara mandiri.

“Jika tidak, maka gedung tinggi itu tidak hanya sekadar mencakar langit tapi berpotensi besar juga untuk mencabik-cabik keseimbangan ekologis perkotaan,” paparnya.

Founder SkyscraperCity (SSCI) Lampung Andreas Evando menyampaikan, area pakir pada gedung-gedung tinggi di Bandar Lampung pasti terkait dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved