Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS - Putus Asa, Pria Ini Berniat Gantung Diri karena Dompet dan Ponsel Diambil Rekannya

Identitas dan motif pria yang hendak gantung diri di bawah flyover Jalan Djuanda, Enggal, Bandar Lampung, terungkap.

BREAKING NEWS - Putus Asa, Pria Ini Berniat Gantung Diri karena Dompet dan Ponsel Diambil Rekannya
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungkarang Timur Briptu Widodo (tengah) memanggil ojek online untuk mengantar Hendri Febriansyah (kiri). Hendri adalah pria yang hendak bunuh diri bawah flyover Jalan Djuanda, Enggal, Bandar Lampung, Kamis (12/9/2019). 

BREAKING NEWS - Putus Asa, Pria Ini Berniat Gantung Diri karena Dompet dan Ponsel Diambil Rekannya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Identitas dan motif pria yang hendak gantung diri di bawah flyover Jalan Djuanda, Enggal, Bandar Lampung, terungkap.

Dia adalah Hendri Febriansyah (25), warga Simbar Waringin, Trimurjo, Lampung Tengah.

Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungkarang Timur Briptu Widodo membenarkan bahwa Hendri memang berniat bunuh diri.

Alasannya, kata Widodo, karena ponsel dan dompetnya diambil rekannya sendiri.

"Jadi Hendri ini sampai punya niat bunuh diri karena dompet dan handphone-nya diambil oleh temannya yang merupakan sopir truk," kata Widodo, Kamis (12/9/2019).

Widodo menjelaskan, Hendri bekerja sebagai kernet truk BE 9803 CO.

Entah kenapa, kata Widodo, Hendri dipecat oleh rekannya.

Bahkan dia diusir diturunkan oleh sopir tersebut sekitar pukul 05.30 WIB di daerah Panjang, Bandar Lampung.

BREAKING NEWS - Geger Sesosok Pria Diduga Akan Bunuh Diri, Saksi Lihat Seutas Tali Terikat di Pohon

Pesan Terakhir Istri ke Suami Sebelum Gantung Diri

Namun, sebelumnya dompet dan ponsel Hendri diambil oleh si sopir.

Karena tak punya uang dan putus asa, Hendri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah flyover Pahoman.

"Tapi tadi polisi langsung datang untuk mengamankan korban. Akhirnya nggak jadi bunuh diri," kata Widodo.

Widodo pun menyarankan kepada Hendri untuk pulang dengan memberinya ongkos.

"Kita pesankan Gojek untuk mengantarkannya sampai Bundaran Hajimena. Kita juga berikan uang saku Rp 100 ribu untuk ongkos," tambah Widodo. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved