Tribun Pringsewu

Dilanda Musim Kemarau dan Serangan Hama, Pringsewu Masih Bisa Panen Raya 12 Ton per Hektare

Sujadi menginginkan petani terus melakukan inovasi-inovasi agar Kabupaten Pringsewu swasembada beras.

Tayang:
Tribun Lampung/Didik
Pemerintah Kabupaten Pringsewu panen raya padi di Dusun Pelayangan, Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Jumat (13/9/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PARDASUKA - Meskipun kemarau panjang dan dilanda serangan hama, Pemerintah Kabupaten Pringsewu masih bisa melaksanakan panen raya atas keberhasilan demplot (demonstration plot) di Dusun Pelayangan, Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Jumat (13/9/2019).

Demplot seluas 2 hektare tersebut berhasil meproduksi padi berkisar 10 ton hingga 12 ton per hektare.

Padahal, rata-rata produksi padi hanya 6 ton per hektare.

"Membanggakan, dari satu hektare panennya bisa 10 sampai dengan 12 ton. Tentu ini kemajuan yang harus dipertahankan," ungkap Bupati Pringsewu Sujadi saat menghadiri panen raya.

Tentunya, demplot tersebut menjadi perhatian petani di sekitarnya karena hasil panen sangat memuaskan.

Sehingga diharapkan demplot tersebut menjadi percontohan.

Sujadi menginginkan petani terus melakukan inovasi-inovasi agar Kabupaten Pringsewu swasembada beras.

"Program demikian tidak akan berhasil kalau kita tidak tekun," kata Sujadi.

Kepala Dinas Pertanian Pringsewu Iskandar Muda mengungkapkan, hasil demplot tersebut karena ada perlakuan khusus oleh petani budi daya.

Bupati Dwi Handajani Panen Raya Ikan Air Tawar

Panen Raya Padi di Pringsewu Jadi Bukti Keberhasilan Ridho-Bachtiar

Antara lain, sistem tanam menggunakan mesin dan pemakaian benih unggul lokal.

Selain itu, menggunakan dosis pupuk spesifikasi lokasi.

"Teliti dulu kondisi tanahnya. Memang sudah diajarkan, sehingga diketahui kondisi dan kebutuhan tanah. Sehingga kandungan pupuk yang diberikan terserap maksimal oleh tanaman tersebut," ujar Iskandar.

Sehingga dosis pupuk yang diberikan sesuai spesifik lokasi menunjukkan peningkatan produksi yang luar biasa.

Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto mengatakan bila pihaknya mendorong supaya demplot tersebut lebih luas lagi.

Sehingga dapat menjadi contoh bagi petani lainnya, bahwa tanpa bantuan pemerintah dengan inovasi sendir dapat berhasil. Harapannya bisa menularkan ke yang lainnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved