Tribun Bandar Lampung
Tercatat 63 Kasus Kebakaran Selama Puncak Kemarau di Bandar Lampung
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat dari bulan Agustus-September 2019 sekarang ini telah terjadi sebanyak 63 kasus
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat dari bulan Agustus-September 2019 sekarang ini telah terjadi sebanyak 63 kasus kebakaran yang didominasi lahan alang-alang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Samsul Rahman, melalui Sekretaris M. Rizki, Jumat (13/9/2019).
"Ya peningkatan peristiwa kebakaran mulai terlihat di bulan Agustus dan hingga sekarang total jumlahnya 63 dengan rincian Agustus 41 dan September berjalan 22 peristiwa," paparnya.
Menurutnya, terhitung sejak menjelang akhir bulan Agustus lalu paling tidak puluhan peristiwa kebakaran telah terjadi di Kota Tapis Berseri ini.
"Dan seluruh peristiwa didominasi dengan lahan perkarangan yang terbakar," ungkapnya.
• BREAKING NEWS - Warung Makan Lesehan JJ di Pringsewu Terbakar, BPBD Turunkan 3 Unit Damkar
• Puncak Musim Kemarau, BPBD Imbau Masyarakat Minimalisir Kegiatan Picu Kebakaran
Lanjutnya menjelaskan peristiwa kebakaran di tahun ini terutama di musim kemarau sangat banyak bahkan dalam sehari bisa terjadi dua sampai tiga peristiwa. Namun seluruhnya tidak terjadi pada pemukiman warga.
"Ya Alhamdulillah semuanya rata-rata lahan pekarangan seperti alang-alang karena memang kering jadi mudah terbakar. Tapi tidak terjadi pada pemukiman warga atau bangunan," tuturnya.
Untuk tindakan pencegahan terhadap peristiwa kebakaran yang kerap terjadi saat ini, Pihak BPBD Bandar Lampung selalu menyiagakan petugas selama 24 jam berikut dengan unit damkar.
"Groundtank juga kita siapkan di tiap kecamatan sudah ada. Untuk per groundtank itu berkapasitas 50 ribu liter kubik air. Sehingga ketika terjadi peristiwa kebakaran, personel dan alat telah siap berada dilokasi untuk lakukan penanganan," katanya.
Ia juga mengimbau di musim kemarau saat ini yang kerap terjadi kebakaran untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena nantinya dapat berdampak pada lingkungan sekitar.
"Pencegahan selalu kita imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, kedua jangan membakar sampah ditempat terbuka, sebab akibatnya berdampak pada pemukiman warga," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)