Trauma Tsunami Belum Hilang, Warga Sebesi Tolak Penyedotan Pasir di Kawasan Gunung Anak Krakatau

Warga Pulau Sebesi meminta izin penambangan pasir laut di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dicabut.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Dedi
Dialog Komisi IV DPR RI dan warga Pulau Sebesi di rumah dinas bupati Lamsel, Jumat (13/9/2019). Dialog tersebut membahas soal penambangan pasir di wilayah Gunung Anak Krakatau. 

“Tetapi Selat Sunda itu merupakan tempat mata pencarian nelayan. Kita takut aktivitas penyedotan pasir itu merusak ekosistem laut dan berpengaruh pada habitat ikan yang menjadi sumber mata pencarian nelayan,” terangnya.

Hal sama diungkapkan Rahmatullah dan Umar, warga Pulau Sebesi lainnya.

Rahmatullah mengatakan, warga masih sangat truma dengan tsunami pada akhir 2018 lalu.

Penyedotan pasir di kawasan Gunung Anak Krakatau dikhawatirkan dapat memicu aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Selain kepada Allah SWT, kepada siapa lagi kami akan mengadu meminta bantuan kalau bukan kepada Bapak-bapak,” kata dia.

Mereka pun meminta izin penyedotan pasir laut di kawasan Gunung Anak Krakatau dicabut.

Warga meminta pemerintah melarang adanya aktivitas penyedotan pasir di wilayah tersebut.

Langgar UU

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan mengingatkan pemerintah daerah untuk merujuk undang-undang saat mengeluarkan izin penambangan pasir di daerah pesisir dan perairan pulau-pulau kecil.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang dan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satya Murti Purwadi saat menghadiri dialog Komisi IV DPR RI dan warga Pulau Sebesi di rumah dinas bupati Lamsel, Jumat (13/9/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved