Polda Lampung Akan Tindaklanjuti Kasus Perdagangan Orang yang Melibatkan 2 Warga Lampung

Polda Lampung Akan Tindaklanjuti Kasus Perdagangan Orang yang Melibatkan 2 Warga Lampung

Polda Lampung Akan Tindaklanjuti Kasus Perdagangan Orang yang Melibatkan 2 Warga Lampung
Kompas.com
Ilustrasi perdagangan orang 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melalui Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) akan menindaklanjuti kasus perdagangan dua orang warga Lampung yang telah berhasil dipulangkan oleh Pemprov Lampung.

Dirkrimum Polda Lampung Kombes Pol M. Barly mengatakan pihak nya akan menyelidiki kasus yang melibatkan warga Lampung tersebut.

"Iya kami akan selidiki dulu bagaimana kasusnya, kami akan koordinasikan kepada Dinas terkait," ujarnya saat dihubungi Tribun, Sabtu (14/9/2019).

Menurutnya, kasus perdagangan orang ini merupakan tindak kejahatan yang sangat luar biasa dan dapat dikenakan Undang Undang No. 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TDPO).

Pelaku TDPO bisa dikenakan sanksi kurungan penjara minimal 3 tahun maksimal 15 tahun. Dan Sanksi denda bagi pelaku perorangan Rp 150-600 juta, sementara untuk perusahaan sanksi penjaranya minimal 9 tahun dan maksimal 45 tahun, atau denda minimal sebesar Rp 360 juta, dan maksimal Rp 1,8 miliar.

Ia juga menghimbau khususnya kepada seluruh warga masyarakat Lampung agar behati-hati dalam melihat tawaran-tawaran kerja yang tidak jelas.

Harus betul-betul diketahui lembaga-lembaga yang resmi dalam penyedia jasa tenaga kerja.

"Masyarakat juga harus berhati-hati dan selalu waspada dalam memilih pelayanan penyedia jasa tenaga kerja," tandasnya.

Kemudian, lanjut Barly Kita juga akan tertibkan penyedia jasa tenaga kerja, dan kita akan selidiki bagaimana kasus ini.

Halaman
12
Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved