Kasus Asusila Dosen

BREAKING NEWS - Oknum Dosen UIN Raden Lampung yang Cabuli Mahasiswi Divonis 1 Tahun Penjara

Akhirnya Majelis Hakim mengganjar oknum Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan hukuman satu tahun penjara.

BREAKING NEWS - Oknum Dosen UIN Raden Lampung yang Cabuli Mahasiswi Divonis 1 Tahun Penjara
Tribunlampung.co.id/Hanif
BREAKING NEWS - Oknum Dosen UIN Raden Lampung yang Cabuli Mahasiswi Divonis 1 Tahun Penjara 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Akhirnya Majelis Hakim mengganjar oknum Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan hukuman satu tahun penjara atas perbuatannya melakukan tindak pidana pencabulan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa 17 September 2019, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa Syaiful Hamali terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Aslan menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

"Maka menjatuhi terdakwa Syaiful Hamali dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan," seru Aslan.

Menanggapi atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Muhammad Suhendra, mengatakan pihaknya kecewa mendengar putusan Majelis Hakim.

Oknum Dosen UIN Raden Intan Lampung yang Diduga Cabuli Mahasiswi Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Bui

"Karena kami menilai bahwa putusan majelis hakim terkandung nilai keraguan sejak dari tuntuan karena dalam fakta persidangan tidak bisa membuktikan apakah peristiwa itu terjadi apa tidak, karena tidak ada satu pun saksi yang melihat peristiwa," katanya.

"Kedua pertimbangan Majelis Hakim juga penuh keraguan kalaupun Majelis Hakim sepenuhnya sependapat dengan dakwaan atau tuntutan penuntut unum tentuanya putusan yang kita dengar hari ini tidak mungkin hanya satu tahun. Menurut kami kuasa hukum penuh dengan keraguan sehingga ketika tisak ada keraguan majelis hakim berani memutus bebas terhadap terdakwa," imbuhnya.

Suhendra pun mengaku saat ini pihaknya mengambil jalan pikir-pikir terkait putusan Majelis Hakim.

Oknum Dosen Diduga Cabuli Mahasiswinya di Lampung, Korban Terdesak hingga Pojok Ruang Dosen

"Kami akan mempelajari pertimbangan majelis hakim dalam waktu pikir-pikir, setelah itu akan kami tentukan sikap," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved