Kampusnya Sang Juara

Cegah Radikalisme pada Mahasiswa, Propti Universitas Teknokrat Gandeng Polda Lampung.

Materi Pencegahan Radikalisme dibawakan Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang

Cegah Radikalisme pada Mahasiswa, Propti Universitas Teknokrat Gandeng  Polda Lampung.
Istimewa
Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang, M.Si, menerima cinderamata oleh Rektor Universitas Teknokrat Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG - Pelaksanaan Program Orientasi Pendidikan Tinggi (Propti) Gelombang II, Universitas Teknokrat Indonesia yang berlangsung pada tanggal 19-21 September 2019 diisi dengan Kuliah Umum oleh narasumber terbaik dan berkompeten di bidangnya.

Materi Pencegahan Radikalisme jadi topik khusus yang dibawakan Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang, M.Si, pada Propti Teknokrat 2019.
Materi Pencegahan Radikalisme jadi topik khusus yang dibawakan Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang, M.Si, pada Propti Teknokrat 2019. (Istimewa)

Hal tersebut sebagaimana tema Propti Teknokrat yang disampaikan Rektor Universitas Teknokrat Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA., yaitu "Membentuk Karakter Mahasiswa Berwawasan Kebangsaan dan Berjiwa Kreatif".

Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto, MSi, diwakili Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang, M.Si, memberi kuliah umum pada hari pertama (Propti) Gelombang II, Universitas Teknokrat Indonesia pada Kamis (19/9/2019).

Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang
Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung menyampaikan materi
Kombes Pol. Drs. Amran Ampulembang Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Lampung menyampaikan materi (Istimewa)

Kepada sebanyak 1.515 mahasiswa baru Teknokrat, Dir Intelkam Kombes Amran Ampulembang menyampaikan materi tentang “Pencegahan Radikalisme di Perguruan Tinggi”.

Membuka materinya Kombes Amran, menyampaikan bahwa radikalisme dan terorisme dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa dimana telah diatur dalam hukum acara khusus disamping penggunaan KUHP, sehingga penanggulangan dan pencegahannya pun dilakukan secara ekstra.

Berdasarkan data ditemukan bahwa masyarakat Lampung yang terindikasi sebagai simpatisan dan pendukung ISIS, termasuk di kalangan kampus.

"Kampus adalah tempat calon-calon intelektual yang akan menjadi panutan di masyarakat, sehingga penting untuk membangun karakter mahasiwa yang bebas dari radikalisme." Ungkapnya.

Lebih lanjut beliau menerangkan langkah Polri termasuk Polda Lampung dalam pencegahan radikalisme dan terorisme yang dilakukan melalui dua yaitu: kontra radikal dan deradikalisasi.

"Kontra radikal ditujukan untuk masyarakat umum yang belum radikal tetapi berpotensi dipengaruhi oleh paham-paham radikal." Katanya.

Sedangkan deradikalisasi adalah upaya menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan interdisipliner, hukum, psikologi, agama, dan sosial budaya baik kepada masyarakat luas, individu, maupun kelompok yang masuk dalam jejaring kelompok radikal.

Kombes Pol. Amran menghimbau kepada masyarakat termasuk mahasiswa, yang mengetahui maupun menemukan indikasi atau kejadian yang mengarah pada kegiatan radikalisme agar dapat memberanikan diri untuk segera melapor pada aparat.

"Tentunya bagi pelapor akan mendapatkan perlindungan hukum dari kepolisian. Karena gerakan radikalisme juga banyak menyusup di kalangan intelektual atau kampus." Terangnya.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved