Tribun Bandar Lampung

Mantan Kadis PU Lampung Timur Bantah Tuduhan Penipuan dan Penggelapan Uang

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Timur NS membantah tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Timur NS membantah tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Tuduhan itu sempat diadukan di Polresta Bandar Lampung 5 September 2019 lalu.

NS melalui penasehat hukum Gindha Ansori Wayka mengatakan, kliennya tidak pernah melakukan perbuatan yang telah dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung.

“Kalaupun ada bentuknya bukan setoran proyek, tetapi pinjaman dana," ungkapnya, Jumat (27/9/2019).

Ia menambahkan, pinjaman dana tersebut juga sudah dikembalikan dan nilainya tidak mencapai Rp 1,2 miliar seperti yang dituduhkan.

“Diduga pelapor menarik dana dari beberapa rekanan lain. Kemudian seolah-olah dana disetor kepada klien kami. Pelapor ditagih karena lelang pekerjaannya gagal," ucapnya.

Suka Sejak Kuliah, Pengacara Gindha Ansori Masih Menulis di Kala Senggang

Imbas kejadian itu, pelapor tidak dapat mengembalikan dana yang diduga digunakan untuk proses pencalonan sebagai anggota legislatif Kabupaten Lampung Timur.

“Jadinya pelapor menempuh upaya hukum dengan melaporkan klien kami,” jelas Ansori.

Ia menegaskan, dana yang dipermasalahkan tersebut sudah dikembalikan karena pelapor menagih dengan alasan untuk biaya kampanye pencalonannya. “Kami punya bukti transfer dana ke rekening pelapor,” jelasnya.

“Terkait hasil penjualan mobil milik klien kami pun ada yang ditransfer ke rekening atas nama pelapor. Kami akan tetap mengikuti proses hukum yang saat ini tengah berjalan di Polresta Bandar Lampung,” kata Ansori.

Ansori menerangkan, pihaknya akan melakukan pelaporan balik atas perihal ini.

"Terkait lapor balik tim hukum akan berkonsultasi dulu dengan klien dan saat ini masih kita kaji dan pertimbangkan dengan mengumpulkan bahan dan bukti-bukti," tandasnya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi saat dikonfirmasi masih memproses laporan tersebut. "Nanti saya cek lagi (berkasnya)," katanya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved