Menteri Perdagangan Diminta Hadiri Sidang Kasus Dugaan Suap Serangan Fajar Pemilu 2019

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita diminta menghadiri sidang kasus dugaan suap. Permintaan tersebut disampaikan terdakwa Bowo Sidik Pangarso.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Ridwan Hardiansyah
tribunnews/reynas
Hakim Perintahkan JPU Hadirkan Enggartiasto Lukita di Persidangan Atas Permintaan Terdakwa Bowo. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Diminta Hadiri Sidang Kasus Dugaan Suap Serangan Fajar Pemilu 2019. 

"Permintaan saudara sudah saya sampaikan ya ke JPU. Cuma agar lancar, Rabu depan tetap pemeriksaan saksi meringankan," tambahnya.

Kasus suap Bowo Sidik Pengarso menjadi perhatian publik karena KPK menyita 400.000 amplop yang akan digunakan untuk serangan fajar Pemilu 2019.

Kasusnya semakin menarik setelah Bowo Sidik Pangarso bernyanyi menyebut politikus Golkar Nusron Wahid dan sumber uang Rp 8 miliar yang dimasukan ke dalam 400.000 amplop.

Tidak hanya itu, menariknya misteri amplop serangan fajar yang disiapkan Bowo Sisik Pangarso perlahan mulai dibuka KPK.

Kuasa hukum Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk, menyebut berdasarkan pengakuan kliennya, sumber uang untuk serangan fajar berasal dari seorang menteri dan direktur BUMN.

"Sumber uang yang memenuhi Rp 8 M yang ada di amplop tersebut sudah dari salah satu menteri yang sekarang lagi menteri di kabinet ini," kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Namun, Saut Edward Rajagukguk tidak menyebut nama menteri tersebut.

"Lagi didalami sama KPK," ujar Saut Edward Rajagukguk.

Saut Edward Rajagukguk pun menjawab tidak tahu saat wartawan bertanya soal keterkaitan menteri yang dimaksud dengan Tim Koalisi Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin.

Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso menggunakan rompi oranye usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti, dan Seorang pihak swasta Indung serta mengamankan barang bukti uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop pada 84 kardus terkait dugaan suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso menggunakan rompi oranye usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti, dan Seorang pihak swasta Indung serta mengamankan barang bukti uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop pada 84 kardus terkait dugaan suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN ()

"Menterinya itu masuk di TKN atau tidak, saya kurang mengetahui ya."

"Partainya (menteri) juga belum disebut. Kita kasih kesempatan kepada penyidik untuk mendalami," ujar Saut.

Selain menyebut seorang menteri, Saut juga mengatakan bahwa sumber uang serangan fajar tersebut ada yang berasal dari direktur BUMN.

Menurutnya, Bowo banyak menyebut nama karena kliennya berusaha kooperatif.

"Harus kooperatif, ada menteri, ada direktur BUMN," kata Saut.

Pengacara Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk, menyatakan, kliennya mendapat 'perintah' dari Nusron Wahid.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved