Menteri Perdagangan Diminta Hadiri Sidang Kasus Dugaan Suap Serangan Fajar Pemilu 2019

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita diminta menghadiri sidang kasus dugaan suap. Permintaan tersebut disampaikan terdakwa Bowo Sidik Pangarso.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Ridwan Hardiansyah
tribunnews/reynas
Hakim Perintahkan JPU Hadirkan Enggartiasto Lukita di Persidangan Atas Permintaan Terdakwa Bowo. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Diminta Hadiri Sidang Kasus Dugaan Suap Serangan Fajar Pemilu 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita diminta menghadiri sidang kasus dugaan suap serangan fajar Pemilu 2019.

Permintaan tersebut disampaikan terdakwa Bowo Sidik Pangarso.

Ia meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan pengusaha Jesica ke persidangan.

Mantan anggota DPR RI itu mengaku sudah mengungkapkan kedua nama tersebut di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Permintaan itu disampaikan Bowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (2/10/2019).

"Di BAP saya, jadi ada poin di mana saya menyampaikan saya menerima dana, dan penyidik meminta saya menyampaikan di forum sidang ini. Saya sampaikan untuk bisa menghadirkan Enggar (Enggartiasto Lukita,-red), karena di BAP saya sebutkan Enggar dan juga Jesika," kata Bowo Sidik Pangarso.

KPK Periksa Sekjen PBNU dan 2 Politisi PKB Terkait Kasus Korupsi Infrastruktur Kementerian PUPR

 

Ketua majelis hakim persidangan, Yanto, meminta JPU pada KPK agar menghadirkan Enggar dan Jesika.

"Jadi saudara JPU ada permintaan terdakwa untuk menggali kebenaran materil bahwa oleh karena yang memberikan uang saudara Jesica dan Enggar. Enggar yang dimaksud enggar siapa?" tanya hakim.

Bowo menegaskan, Enggar adalah Enggartiasto Lukita, selaku menteri perdagangan.

"Enggartiasto, menteri perdagangan," ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, JPU pada KPK Ikhsan Fernandi, menjelaskan dua orang itu belum memberikan keterangan sebagai saksi sewaktu pemeriksaan di KPK.

"Dua orang ini belum memberikan (keterangan sebagai) saksi."

"Tidak menjadi saksi karena yang satu mendag, penyidik sudah memanggil tiga kali, tetapi karena saat itu yang bersangkutan bertugas ada keluar negeri 3 kali kalau tidak salah sehingga tidak bisa memenuhi panggilan."

"Sedangkan satu lagi Jesika alias Jora itu kami sudah memanggil dan belum kami bisa dapatkan dimana keberadaanya sekarang yang mulia untuk Jesika itu," ujar Fernandi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved