Tribun Bandar Lampung
Warga Bandar Lampung Keluhkan Paspor Online Sulit Diakses
Masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan tidak bisa mengakses layanan paspor online di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan tidak bisa mengakses layanan paspor online di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung.
Layanan itu tidak bisa diakses sejak 25 September lalu.
Rahayu, warga Rajabasa Jaya, Bandar Lampung mengatakan, pemohon wajib melakukan pendaftaran paspor online. Tujuannya, mengambil nomor antrean yang digunakan saat datang ke Kantor Imigrasi.
Ia juga suda mengunduh aplikasi online "Layanan Paspor Online" via Play Store Android. Semua ketentuan ada di layanan itu sudah dilakukannya.
Termasuk memilih kantor imigrasi yang akan dikunjungi sebagai tempat pengurusan paspor tersebut.
“Setelah dicoba masuk ada tulisan dari sistem tersebut perhatian kuota telah habis, pengisian kuota dilakukan pada hari Jumat 14:00-Minggu 16:00 WIB".
"Untuk informasi lebih lanjut mohon hubungi kantor imigrasi yang anda pilih," paparnya, Rabu (2/10/2019).
Rahayu berinisiatif mendaftar ulang keesokan harinya yakni 26 September. Tapi sampai hari Minggu (29/9/2019) lalu tetap saja tidak bisa mengakses dan menambil kursi pendaftaran formulir antrean.
• Pembuatan Paspor Lambat Dikeluhkan Masyarakat, Kantor Imigrasi Sebut Ada Perubahan Sistem
Ia berharap, pihak Imigrasi segera mencari solusi agar kondisi layanan pembuatan paspor oleh warga tidak tersendat
“Kalau rumah di Bandar Lampung memang tidak menjadi masalah. Tapi yang domisilinya diluar daerah ini yang menjadi beban, mereka mungkin harus bolak-balik ke Bandar Lampung,” jelas Rahayu.
Kondisi serupa dialami Indra, warga Jalan Imam Bonjol. Ia tidak bisa membuat paspor untuk orangtuanya yang akan berangkat umrah.
Berdasarkan informasi dari petugas, server sedang rusak dan pemohon diminta untuk bersabar.
"Servernya rusak katanya dari pusat dan kita hanya pasrah menunggu pelayanan ini dibuka kembali secara normal," katanya.
“Kasihan orangtua jadi harus menunggu. Ada juga warga lain sudah dua hari tidak bisa merekam foto,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengurusan-paspor-di-kantor-imigrasi-kelas-i-tanjungkarang.jpg)