Anggota DPRD Lampung Milenial
Lesty Putri Utami, Pengusaha Muda yang Beralih Jadi Anggota DPRD Lampung
putri anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri ini menjalani studi di Fakultas Hukum Universitas Lampung.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kampanye dan Terpilih
Pada momen Pemilu 2019, Lesty mencoba mengikuti pemilihan legislatif.
Ia mencalonkan diri untuk DPRD Lampung dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Lampung Selatan.
Lesty menjalani masa kampanye yang pada momen pileg lalu berlangsung cukup panjang, yaitu tiga bulan.
"Jadi, masa kampanye kemarin itu bagi saya sangat luar biasa. Di waktu yang cukup panjang itu, saya mengenal dan mendengar bagaimana aspirasi rakyat," katanya.
Tak hanya masyarakat ekonomi menengah atas, Lesty mengaku mengenal masyarakat hingga ekonomi paling bawah.
"Itu adalah pengalaman yang sangat mengagumkan bagi saya," ujar perempuan berhijab ini.
Setelah terpilih dan duduk di kursi anggota DPRD Lampung dengan usia yang masih muda, Lesty tidak merasakan canggung.
"Sebisa mungkin menempatkan diri kita untuk bicara dan tetap menghormati anggota Dewan yang lain," katanya.
Impian Lesty
Selain kini menjadi anggota DPRD Lampung, Lesty juga seorang istri dan ibu yang harus membagi waktu bersama keluarganya.
Ia selalu menyempatkan waktu berkumpul dengan keluarga di sela-sela kesibukannya saat ini.
"Nyempetin waktu itu 2 hari dalam seminggu. Biasanya Sabtu-Minggu ngajakin anak-anak nonton atau liburan," ujarnya.
Selama masa keanggotaan periode 2019-2024, Lesty menyatakan akan memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di daerah pemilihan tempat ia mencalonkan diri.
• DPRD Lampung Teruskan Tuntutan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak Revisi UU KPK ke Gubernur Lampung
Lesty memiliki mimpi membangun lagi rumah pendidikan di Lampung Selatan.
Rencana tersebut, menurut dia, bisa berhasil apabila ia mendapat kepercayaan duduk di Komisi V.
"Kalau ditempatkan di komisi yang sesuai dengan harapan saya, saya ingin membangun rumah pendidikan di dapil saya. Karena, di beberapa desa di Lampung Selatan itu hanya ada satu sekolah," tutur Lesty. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)