Liga 1 2019

Badak Lampung Sepakat, PT LIB dan 17 Tim Liga 1 Tetapkan 2 Kesepakatan: Tak Ada Jadwal Tunda!

Badak Lampung Sepakat, PT LIB dan 17 Tim Liga 1 Tetapkan 2 Kesepakatan: Tak Ada Jadwal Tunda!

Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Noval Andriansyah
liga-indonesia.id
PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar emergency meeting, Sabtu (12/10/2019). Pertemuan yang diadakan di salah satu hotel berbintang di Sanur, Bali itu membahas tentang solusi dari banyaknya kendala yang terjadi di kompetisi strata tertinggi tersebut. 

Kepastian akan kembalinya penggawa bernomor punggung 17 itu, disampaikan langsung oleh Pelatih Kepala Perseru Badak Lampung, Milan Petrovic.

“Ya. Billy sudah kembali bersama kami, ia juga sudah ambil bagian pada latihan perdana tim setelah libur jeda kompetisi,” kata Milan Petrovic, kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (13/10/2019).

Pernyataan tersebut selaras dengan unggahan foto sang pemain, melalui akun Instagram pribadi miliknya @fulgensiusbilly.

Billy yang terlihat dengan kepala pelontos, turut membagikan momen kebersamaan dengan rekan setimnya, Dalmiansyah Matutu saat mengikuti sesi latihan pada Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Happy to be back (Senang bisa kembali),” tulis keterangan foto.

 Berita Perseru Badak Lampung Terbaru - Ikuti Pendidikan Polisi, Winger Billy Keraf Tampil Beda

Manajer Tim Perseru Badak Lampung, Dany Aulia menyambut positif, kedatangan penggawa jebolan akademi Diklat Persib tersebut.

Mengingat, kehadirian Billy dapat menjadi tambahan amunisi bagi skuat Laskar Saburai, dalam mengarungi 12 laga terakhir di sisa kompetisi Liga 1 2019.

“Ya alhamdulillah sekarang Billy sudah bisa gabung, setelah pendidikan Capol (calon polisi),” ucap Dany.

“Walaupun belum sepenuhnya bisa stay (tinggal) di sini (Lampung) karena ada beberapa yang harus diurus, setidaknya sekarang akan ada pertimbangan lain di lini depan,” tandasnya.

 Badak Lampung Pilih Milan Petrovic, Terungkap Alasan Utama Sang Pelatih: Saya Bahagia di Sini

Diketahui, Billy Keraf bersama mantan rekan setimnya Gian Zola, berhasil masuk seleksi kepolisian melalui jalur prestasi.

Kendati demikian, keduanya tetap mengikuti tes seperti siswa lain yang masuk melalui jalur umum.

Sehingga sebanyak 750 siswa sejak Selasa (6/8/2019) lalu, berkewajiban untuk menempuh pendidikan Bintara Polri di SPN Polda Jabar. 

Cinta Atmosfer Indonesia

Pelatih Kepala Perseru Badak Lampung FC, Milan Petrovic mengaku mencintai atmosfir sepak bola Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu latar belakang juru taktik berkewarganegaraan Serbia tersebut, kembali melabuhkan hati ke Indonesia, untuk menukangi klub asal Lampung, Perseru Badak Lampung.

“Saya suka negaranya, kecepatan di sepak bolanya, atmosfir pertandingannya perjungan dan para suporternya,” kata Milan Petrovic, dilansir Tribunlampung.co.id dari akun YouTube resmi klub, Badak Lampung FC pada sebuah video 'Tanya Milan Petrovic', Kamis (10/10/2019).

Bahkan sebelum memutuskan melatih Perseru Badak Lampung di pertengahan musim Liga 1 2019, Milan Petrovic telah menolak beberapa tawaran dari sejumlah klub dari luar Indonesia.

Hal tersebut, lantaran Milan Petrovic sudah membulatkan tekad, untuk kembali menukangi salah satu tim di Indonesia.

“Saya mencoba mencari negara yang baik untuk saya dan saya banyak menolak tawaran seperti Afrika, Republik Rusia,” pungkas Milan Petrovic.

 Markas Badak Lampung Alami Perkembangan Signifikan, Ini Kata Media and Public Relation PT LIB

“Saya tidak tahu ingin memutuskan beberapa tahun ke depan untuk tinggal di Indonesia,” lanjut Milan Petrovic.

Pasalnya untuk saat ini, pria kelahiran 26 Agustus 1961 tersebut sudah merasa cukup nyaman tinggal dan melatih tim berjuluk Laskar Saburai di Lampung.

“Ya. Negaranya sangat indah, saya banyak mengunjungi banyak tempat (di Indonesia), saya banyak mendengar tempat-tempat bagus di Lampung,” ucap Milan Petrovic.

“Tapi untuk saat ini, saya hanya ingin fokus pada pertandingan lawan dan itu fokus saya sekarang,” tambah Milan Petrovic.

Tak luput Coach Milan, sapaan akrabnya, menjelaskan lebih lanjut alasan ia mulai mencintai Lampung dan skuat Laskar Saburai.

 Pemain Perseru Badak Lampung FC Terpilih dalam Garuda Select Jilid Kedua: Kami Bangga

“Saya harus katakan saya sangat bahagia saat ini. Saya dikelilingi orang-orang muda berenergi, staf yang bagus pemain punya keseriusan, dengan bakat, tenaga, kecepatannya,” tukas Milan Petrovic.

Di sisi lain, mantan arsitek Arema FC di musim lalu itu, mengaku memiliki satu klub favorit di dunia sepak bola.

“Saya suka yang seperti nama saya. Ya. AC Milan, maaf bukan Inter Milan untuk sekarang tetap AC Milan,” tandas Milan Petrovic. 

Terapkan 2 Bonus

Manajemen Perseru Badak Lampung FC memotivasi para pemain dengan menerapkan dua macam bonus, selama gelaran Liga 1 2019.

Manajer Tim Perseru Badak Lampung Dany Aulia mengungkapkan, sejumlah bonus yang digelontorkan untuk pemain, bertujuan untuk mendongkrak motivasi para pemain di setiap pertandingan Laskar Saburai.

“Terus terang kalau bonus (untuk pemain) ada dua, ada bonus tim dan bonus individual,” ungkap Dany Aulia, di Stadion Sumpah Pemuda, beberapa waktu lalu.

“Ketika pemain cetak gol, itu masuknya sebagai bonus individual, sebagai bentuk apresiasi ke pribadi dari tim, karena dikontrak juga kami munculkan hal-hal seperti itu,” jelas Dany.

Dany menjelaskan, pemberian bonus kepada setiap penggawa di dunia sepak bola merupakan sesuatu yang wajar.

Karena, kata Dany, hal tersebut secara tidak langsung, dapat memunculkan semangat juang dan motivasi lebih dari masing-masing pemain di atas lapangan.

 Pemain Perseru Badak Lampung FC Terpilih dalam Garuda Select Jilid Kedua: Kami Bangga

 Musim Depan Badak Lampung Tak Lagi Berlatih di Stadion Sumpah Pemuda

“Kalau masalah bonus pemain, bukan di klub ini (Badak Lampung) saja, pasti semua klub juga pakai ini (sistem bonus),” ucap Dany.

Selain itu, Dany menerangkan, bila Perseru Badak Lampung bertujuan untuk memiliki tata kelola manajemen tim yang terbaik.

“Kami juga ingin mencoba lebih profesional dengan menerapkan sistem-sistem dari klub luar (luar negeri),” tukas Dany.

Meski demikian, Dany selalu menekankan kepada barisan penggawa Laskar Saburai untuk tetap menjaga kekompakan tim.

Meski berbicara dalam hal bonus sekalipun.

“Untuk bonus sendiri, pasti ada hitung-hitungannya. Kami sudah antisipasi dan mengatakan ke pemain, jangan karena hal ini ada perpecahan,” terang Dany.

“Kami selalu tekankan, bila bonus bukan segalanya. Bonus kami juga saya rasa berbeda dengan tim lain, karena bonus di masing-masing tim sudah tentu berbeda,” tandas Dany.

Gunakan 2 Lapangan Musim Depan

Perseru Badak Lampung FC berencana menggunakan dua lapangan terpisah pada gelaran Liga 1 musim depan.

Proyeksi yang dimaksudkan, di mana nantinya tim berjuluk Laskar Saburai akan menggelar sesi latihan di luar lapangan utama mereka saat ini yaitu, Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Badar Lampung.

Manajar Badak Lampung, Dany Aulia mengatakan, tidak menutup kemungkinan skuat Laskar Saburai akan menambah fasilitas di musim depan, salah satunya adalah lapangan khusus untuk menggelar latihan.

Hal itu dilakukan bertujuan agar lebih memberikan kenyamanan bagi para pemain dan menjaga kualitas rumput Stadion Sumpah Pemuda, yang lebih ditujukan khusus untuk menggelar pertandingan saja.

“Untuk tahun (musim) ini, kami masih menggunakan ini (Stadion Sumpah Pemuda). Tidak tahu tahun depan, kami coba cari lapangan lain atau membuat lapangan sendiri yang khusus untuk latihan,” kata Dany Aulia, kepada Tribunlampung.co.id di Stadion Sumpah Pemuda.

Dany menjelaskan pihaknya terus berbenah dan mencoba memberikan yang terbaik, mengingat Laskar Saburai merupakan tim pendatang anyar, yang baru mencicipi ajang kompetisi Liga 1 di musim ini.

“Seperti kata Pak Marco (CEO Perseru Badak Lampung) di musim pertama kami coba fokus ke tim dan tahun berikutnya kami akan prioritaskan fasilitas dan prestasi klub, salah satunya tempat latihan khusus pemain,” ungkap Dany.

Namun sejauh ini, Dany memaparkan, kondisi rumput lapangan Stadion Sumpah Pemuda masih sangat terjaga.

Meski digunakan multi fungsi yaitu, untuk menggelar pertandingan dan latihan skuat Laskar Saburai.

“Alhamdulillah juga Stadionnya tetap terawat, buktinya kemarin sudah mengalami sampai kuning (rumput kering) dan sekarang jauh lebih hijau lagi,” papar Dany.

“Kita juga masih ada garansi perawatan lapangan dari Lestarindo, kita tinggal membiayai perwatannya saja,” lanjutnya.

Dirinya juga mengungkapkan sejauh ini pihak manajemen tim telah menimbang sejumlah lapangan, yang bakal cocok dan dinilai layak untuk dijadikan tempat khusus latihan skuat Laskar Saburai.

“Sementara waktu sejauh ini kita sudah melihat-lihat ada beberapa lapangan, salah satunya di Natar Yonif (Lapangan Batalyon Infanteri 143/TWEJ) bagus,” turut Dany.

“Lapangan Margodadi itu juga bagus, tapi karena sekarang masih kemarau jadi kualitas lapanganya ikut rusak,” tambahnya.

Pihaknya tidak ingin terburu-buru menentukan lapangan mana yang nantinya akan pilih, karena tempat latihan adalah salah satu bagian vital di dalam sepak bola bagi sebuah tim.

“Terlebih untuk saat ini cuaca yang menjadi kendala kita, setelah kemarin kemarau di Lampung panas kering dan merusak lapangan,” tukas Dany.

“Tentu akan ada permukaan lapangan yang keras, resiko cedera untuk pemain ketika latihan akan lebih besar. Kita tidak ingin mengambil resiko ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Dany mengharapkan komunikasi yang telah terjalin antara Perseru Badak Lampung dengan pemerintah setempat, agar tetap terjaga dan berlangsung dengan baik.

Pasalnya keberadaan Badak Lampung merupakan salah satu bentuk kebangkitan sepak bola Lampung.

“Mudah-mudahan sinergi program kita, dapat berjalan dengan baik ke depannya,” pungkasnya.

 Badak Lampung Tumpul di Lini Depan, Ini Kata Milan Petrovic: Bandingkan dengan Bali United

Dikonfirmasi terpisah, Media and Public Relation Manager PT Liga Indonesi Baru (LIB) Hanif Marjuni menjelaskan, pihaknya sebagai badan oprator resmI Liga 1 2019 tidak menetapkan peraturan tertentu, yang mewajibkan sebuah klub Liga 1 untuk memiliki tempat latihan terpisah dari stadion utama.

“Semuanya kembali kita serahkan kepada masing-masing klub, tergantung dari kemampuan finansialnya,” tambah Hanif Marjuni.

“Jika mereka mampu memiliki 2 stadion, tentu itu jauh lebih baik,” tandasnya. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved