Tribun Lampung Selatan

Blangko e-KTP di Disdukcapil Lampung Selatan Kosong, Sementara Pakai Suket

Blanko KTP eletronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Lampung Selatan masih kosong.

Blangko e-KTP di Disdukcapil Lampung Selatan Kosong, Sementara Pakai Suket
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kepala Disdukcapil Lampung Selatan Edi Finandi 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Blanko KTP eletronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Lampung Selatan masih kosong.

Pelayanan untuk pembuatan KTP sementara waktu diganti dengan surat keterangan (Suket) kependudukan.

“Masih kosong untuk blangko KTP el. Kita belum lagi minta ke Kemendari. Karena kemarin kosong. Rencananya kita akan segera ke Kemendari untuk meminta,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Selatan, Edi Finandi kepada tribun, selasa (15/10).

Dirinya mengatakan saat ini untuk data e-KTP  yang siap cepat mencapai 4.928.

Setiap harinya ada sekitar 50 warga yang datang untuk melakukan perekaman dan juga pembuatan KTP elektrik, khususnya untuk remaja usia 16-17 tahun yang pada pilkada 2020 mendatang sudah akan memilih.

“Kalau untuk pencetakan suket sebagai pengganti KTP setiap hari ada sekitar 200. Karena memang belangko KTP el belum ada,” ujar Edi Finandi.

Tiba-tiba Terbangun Tengah Malam, Ayah Kirim Pesan WA Tak Terbalas, Ternyata Anaknya Tewas Tabrakan

Ia menambahkan, kosongnya blanko KTP elektrik ini memang dari Kemendagri. Kosongnya blangko KTP elektrik sudah sejak  akhir bulan September lalu terjadi.

Lia seorang warga yang hendak mengurus KTP mengeluh dengan kosongnya blanko KTP elektrik ini. Dirinya mengatakan, ia justru akan ke luar daerah dalam waktu lama.

Karenanya sangat berharap KTP elektriknya jadi.

Disangka Baju Kotor Ternyata Bahan Bom, Nenek di Lampung Kaget Rumahnya Tiba-tiba Dikepung Polisi

“Kemarin saya ke Disdukcapil tetapi belangkonya sedang tidak ada. Akhirnya diberi Suket. Padahal saya mau ke luar daerah dalam jangka waktu cukup lama untuk urusan kerja,” kata wanita yang bekerja di sebuah perusahaan di wilayah Semarang, Jawa Tengah itu.

Menurut dirinya, kosongnya blanko KTP elektrik ini justru menghambat warga.

Ia pun meminta pemerintah bisa memperhatikan persoalan ketersediaan blanko KTP elektrik.

“Kan saya tidak mungkin bolak-balik cuti setiap bulan hanya untuk mengurus KTP elektrik,” tandasnya. (tribunlampung.co/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved