Oknum Polisi Bunuh Diri Akibat Sebarkan Kabar Palsu Terhadap Korban Pelecehan Seksual

Seorang oknum polisi bunuh diri akibat perlakuannya kepada korban pelecehan seksual. Selain itu, seorang kepala sekolah dihukum mati.

Tayang:
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Oknum Polisi Bunuh Diri Akibat Sebarkan Kabar Palsu Terhadap Korban Pelecehan Seksual. 

Di mana, oknum polisi tersebut tidak masuk ke dalam terdakwa yang menjalani sidang.

Polisi menuturkan, pelaku berusaha membuat seolah Nusrat bunuh diri.

Namun, Nusrat Jahan Rafi berhasil melepaskan diri dan sempat meminta bantuan.

Aktivis menyatakan, banyak perempuan dan remaja yang melaporkan pelecehan seksual di Bangladesh cenderung mendapat tekanan.

Karena itu, kejadian langka ketika penuntutan atas kasus itu membuahkan keputusan adil dengan menjatuhkan hukuman mati.

Pemimpin aktivis hak perempuan Maleka Banu mengatakan, dia berharap kasus itu bisa menjadi faktor penting dalam mengurangi kasus kekerasan seksual.

"Hukuman bakal memberikan efek jera. Kami berharap ini memberikan pesan serius bagi pelaku maupun kaki tangannya," tegas Banu.

Bocah dibakar

Sebelumnya di Ukraina, seorang bocah berusia 8 tahun di-bully hingga mengalami luka bakar serius.

Saat sang bocah menjerit kesakitan akibat tubuhnya terbakar, para pem-bully justru menonton sambil tertawa.

Para pelaku kemudian melarikan diri.

Kasus bully brutal tersebut terjadi di Dnipro, Ukraina.

Peristiwa bully itu menimpa seorang bocah berumur 8 tahun.

Kekejaman mereka tak sebatas secara verbal.

Bullying yang dilakukan mulai merembet sampai kekerasan fisik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved