Breaking News:

Tribun Metro

DPRD Metro Minta Pembangunan Objek Wisata Capit Urang Libatkan Warga

Ketua Paguyuban Purwoasri Bersatu Yono yang juga pendiri Wisata Capit Urang berharap masyarakat bisa dilibatkan dalam proses pembangunan wisata.

Dok DPRD Metro
Komisi II DPRD Metro mengunjungi Capit Urang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Komisi II DPRD Metro meminta pembangunan objek wisata Capit Urang di Purwoasri melibatkan warga setempat. 

Ketua Komisi II DPRD Metro Fahmi Anwar menyebutkan, Kota Metro akan mendapatkan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk pembangunan pariwisata pada 2020 mendatang.

"Nah, kemarin kami dari sana. Dan ternyata, proses pembangunan di lokasi sebelumnya itu kan tidak melibatkan warga sekitar. Jadi kita minta dinas terkait agar besok memprioritaskan dan melibatkan warga," kata Fahmi, Minggu (10/11/2019).

Dijelaskannya, lokasi pembangunan di Wisata Capit Urang telah dilakukan sesuai dengan aturan dan mekanisme.

Karenanya, Komisi II meminta proses pembangunan memprioritaskan warga, terutama dalam pengerjaan. 

"Dalam pengusulan anggaran kan ada aturan-aturannya. Nah, dari beberapa pertimbangan, maka pembangunan dilakukan di sana. Jadi kami minta tahun 2020 besok, itu dilakukan bersama masyarakat," imbuhnya.

Mencari Sepi di Capit Urang Metro

Singgung Pariwisata, Rycko Sebut Telukbetung Jadi Destinasi Sampah

Fahmi menilai, pembangunan sektor pariwisata wajib melibatkan warga, agar masyarakat tahu bahwa wilayah mereka menjadi destinasi pariwisata.

"Kami mengapresiasi atas kerja sama masyarakat untuk mendirikan wisata Capit Urang ini. Ke depannya, mana yang bagus yang tidak bertentangan dengan aturan kita kawal untuk Metro yang lebih baik," tandasnya. 

Warga Kecewa

Ketua Paguyuban Purwoasri Bersatu Yono yang juga pendiri Wisata Capit Urang berharap masyarakat bisa dilibatkan dalam proses pembangunan wisata. 

Diakuinya, warga sekitar sempat kecewa dengan proses pembangunan yang awalnya dikabarkan akan dilaksanakan di lokasi wisata Capit Urang, namun berubah menjadi di sekitar jembatan gantung. 

"Untuk lokasi tanah ini resmi milik pemerintah. Kami tidak ada niat memiliki. Hanya saja, harapan kami ini bisa dilibatkan dalam proses pembangunan. Sehingga warga yang menganggur itu mendapatkan pekerjaan," tuturnya.

Sekretaris Dispusarda Kota Metro I Putu Ganepo sebelumnya mengatakan, untuk mendukung visi dan misi sektor pariwisata diperlukan partisipasi masyarakat, terutama mengenai kepemilikan dan status tanah. 

"Terkait dengan pengelolaan Capit Urang ini Dispusarda tidak ada masalah. Bantuan pembangunan ditempatkan berasal dari DAK. Nanti kami akan upayakan agar pembangunan bisa melibatkan warga sekitar," kata dia. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)  

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved